Connect with us

Politik

NSEAS Sebut DKI Jakarta Darurat Gubernur Baru

Published

on

Foto ilustrasi pilgub DKI Jakarta/Ist
Foto ilustrasi pilgub DKI Jakarta/Istimewa/nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat Politik Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengaku bahwa ada beberapa hal yang mengapa DKI Jakarta membutuhkan pemimpin baru. Dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2017) ia menilai bahwa di bawah gubernur lama pendapatan daerah DKI Jakarta tak mampu mencapai target.

“Pendapatan daerah tak pernah berhasil raih target capaian alias gagal melulu. Hanya mampu realisasi rencana pendapatan daerah sekitar 70 %,” kata Muchtar Effendi.

Selain itu, di sektor belanja daerah juga tak mampu raih target sesuai capaian. Hanya mampu raih sekitar 65 %. Sementara di sektor pendidikan, lanjut dia, pada tahun 2016, ditemukan proyek rehabilitasi sekolah sebanyak 45 mangkrak. Lebih 40 % rakyat Jakut usia sekolah, tidak menikmati pendidikan di SLTA.

Sektor kesehatan. NSEAS temukan hanya 47% yang tercapai. Menurutnya hal itu belum optimal sesuai sistem pelayanan kesehatan. Dimana kualitas pelayanan RS dan Puskesmas masih terbatas jumlahnya.

Untuk di bidang pekerjaan umum, NSEAS menyebut pemprov DKI gagal raih target capaian penyerapan anggaran. “Hanya 47% tercapai. Ada 44 proyek konstruksi mangkrak,” sambung dia.

Dirinya juga menyoroti tentang rencana pembangunan 3 koridor busway belum terealisir. Penyediaan armada busway target jauh tercapai, bahkan 180 unit dimusnahkan. “Proyek LRT mangkrak, diambilalih Pemerintah. Luas jalan terbangun, masih sangat minim jauh di bawah target. Jumlah jembatan terbangun juga masih jauh di bawah target. Target tercapai 1.000 armada angkutan umum diremajakan, gagal total. 4 tahun ini hanya tercapai kurang 400 unit,” terangnya.

Pewara/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler