Connect with us

Budaya / Seni

Negeri Kita Terbuat Dari Mimpi yang Sama

Published

on

Luisan Nasirun, "Indonesia Pusaka", Oil on Canvas Mixed Carving Wood 68.5 x 68.5 cm 2011/Ilustrasi Istimewa
Luisan Nasirun, "Indonesia Pusaka", Oil on Canvas Mixed Carving Wood 68.5 x 68.5 cm 2011/Ilustrasi Istimewa

Puisi Bycicle Girl

Negeri Kita Terbuat Dari Mimpi yang Sama

: Lis Antora

 

Bila kamu kembang dan aku kumbang

atau sebaliknya

tapi kenyataannya bukan

kita ini baru menjadi sepasang sepi

yang bertemu dalam pesan instan

yang mungkin nanti berkembang

menjadi sepasang rindu

mungkin juga bukan

 

Bila kamu capung, sedang aku kupu-kupu

kita bisa sama-sama terbang

dari daun ke daun

dari ranting ke ranting

sampai ke puncak atau ke langit

tinggal seberapa jauh usaha kita

untuk mencapainya

 

Bila kamu adalah sebuah jas

Akan sempurna bila ada aku di sampingmu

Yang mengenakannya sambil membaca surat cinta

Ayat kesatu. Mungkin sukar dipercaya

Sebab ini baru hanya ada di negeri “kita”

 

Sementara kita belum apa-apa

masih ada aku dan kamu

yang sekarang berdiri masing-masing dengan tekad kuat

baru terhubung, belum menyambung

karena jasa Graham Bell.

aku, kamu

belum tentu aku dan kamu

 

kumbang bukan kembang

capung juga bukan kupu-kupu

sebaiknya kita menjadi masing-masing pribadi

tanpa topeng tanpa kacamata

sebab hidup ini sejak awal telah dimulai

dengan tangisan bayi yang ditertawakan riang

maka tugas aku dan kamu

sebelum menjadi kita adalah bersama

saling menggenggam erat melewati hujan

untuk sampai pada sebuah rumah pelangi

amiin ada dalam gerakan kaki dan tangan

 

8.52 waktu kita

 

Bycicle Girl

Bycicle Girl, lahir di Klaten, 11 Februari 1996. Merintis usaha penjahitan, Family Collection. Cinta menjahit dan menulis puisi dari kecil. Puisi-puisinya pernah dimuat di beberapa media online pun offline, Antologinya 175 Penyair Dari Negeri Poci 6: Negeri Laut (Kosa Kata Kita, November 2015), dan Negeri Awan, Dari Negeri Poci Tujuh (Feb 2017), Syair-Syair Keindonesiaan (Fak. Sosial UNY, April 2016), Pasie Karam (Pekan Kebudayaan Aceh, Agustus 2016), dll. Buku puisi pertamanya Mahakarya Anak Jalanan (Pustaka Kata, 2015).

Baca Juga:  Suluk Gerhana

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com.

Loading...

Terpopuler