Connect with us

Politik

Natalius Pigai Tak Setuju Bahlil Lahadalia Disebut Calon Menteri Representasi Orang Papua

Published

on

natalius pigai, bahlil lahadalia, calon menteri, representasi, orang papua, nusantaranews

Bahlil Lahadalia. (Foto: Kabar Bisnis)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Bahlil Lahadalia menjadi salah satu sosok yang dipanggil Presiden Jokowi untuk mengisi pos Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kemungkinan dirinya akan mengisi jabatan tersebut disampaikan Bahlil usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (22/10). Dia mengungkapkan diskusi dirinya dan Presiden Jokowi membahas soal pertumbuhan dan pemerataan ekonomi baru yang dimulai dari Sabang sampai Merauke serta soal perkembangan UMKM, investasi dan konsumsi.

Selain itu, Bahlil juga mengaku dirinya anak kampung dari Papua meskipun dirinya tercatat kelahiran Banda Tengah, Maluku. Namun, pria berusia 43 tahun itu mengaku sebagian besar hidupnya dihabiskan di Fakfak dan Jayapura.

Menanggapi pengakuan Bahlil, tokoh Papua Natalius Pigai menegaskan calon menteri UMKM itu bukan orang asli Papua sehingga tidak bisa disebut sebagai representasi Papua.

“Ayah dan ibunya dari Bahlil Lahadalia bukan orang asli Papua. Itu artinya beliau tidak ada ikatan darah dengan Papua,” kata Pigai dikutip dari pernyataannya yang dikirim kepada redaksi, Selasa (22/10).

Pigai mengingatkan agar tak menggunakan hak adat orang asli Papua untuk mewakili rakyat Papua duduk sebagai menteri di kabinet pemerintahan Presden Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jokowi harus adil dan selektif dalam menentukan kursi menteri jatah orang asli Papua sebagai bentuk penghargaan terhadap harkat dan martabat orang asli Papua,” tutur tokoh Papua kelahiran Paniai tersebut.

“Hak-hak orang Papua harus dikembalikan ke orang Papua. Kalau tidak, maka kepercayaan orang Papua terhadap negara akan makin merosot. Konflik horisontal bisa saja akan terus meledak,” tegasnya. (eda/ach)

Editor: Eriec Dieda

Baca Juga:  Mengenal Sosok Haji Ayep Zaki, Sang Pendiri Forum Komunikasi Doa Bangsa

Terpopuler