Connect with us

Ekonomi

Musim Panen Tiba, Masyarakat Desa Riskan Terpapar Corona

Published

on

Musim Panen Tiba, Masyarakat Desa Riskan Terpapar Corona

Musim Panen Tiba, Masyarakat Desa Riskan Terpapar Corona. Foto anggota DPRD Jatim Suyatni Priasmoro saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Musim panen tiba, masyarakat desa riskan terpapar Corona. Memasuki musim panen yang diprediksi akan tiba pada bulan ini, menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah dalam menekan sebaran corona di Jatim. Alasannya, saat musim panen tiba, mayoritas masyarakat desa berpeluang berkumpul dan sangat riskan terpapar virus corona.

“Pemerintah harus hadir langsung di pelosok desa untuk mencegah penyebaran corona pada masyarakat desa. Selama ini, penduduk desa asli memang belum ada yang terkena corona. Namun, jika terkoneksi antar wilayah sangat riskan untuk terjangkit corona. Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah,” ungkap anggota DPRD Jatim Suyatni Priasmoro saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).

Politisi Partai Nasdem ini menjelaskan bahwa, saat ini para petani selama musim panen masih menggunakan pola-pola tradisional dalam memanen padi di sawah. Pemilik sawah biasanya menggunakan tenaga buruh tani untuk petik padi dan tanam padi. Selain menggunakan tenaga lokal di desa, juga bisa menggunakan tenaga dari desa tetangga.

“Mereka saat petik padi biasanya berkumpul satu sama lain. Inikan rawan terpapar corona sehingga pemerintah harus hadir disana bagaimana caranya memberikan pengertian petani cara modern untuk memanen padi,” jelas anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Suyatni mengakui untuk memutus sebaran corona di tingkat desa, perangkat desa sangat ketat dalam melakukan pengawasan terhadap pendatang.

“Saya sendiri saat berkunjung ke salah satu desa di Magetan harus mengikuti prosedur pendataan dari kepala desa. Meski kepala desa tersebut adalah saudara sendiri. Saya harus menyerahkan identitas diri saya bersama keluarga. Berapa lama berkunjung ke desa dan keperluannya apa. Mendetail sekali prosedurnya sebagai antisipasi sebaran corona masuk desa. Perlakuan ini merata disemua desa yang saya kunjungi di Magetan. Saya memberikan apresiasi atas kinerja perangkat desa di Magetan dalam mengantisipasi sebaran corona.” (setya/ed. banyu)

Baca Juga:  Bela Quick Count, Setara Minta Semua Pihak Tunggu Penghitungan Manual KPU

Loading...

Terpopuler