Connect with us

Hankam

Metamorfosis P-8 Poseidon Menjadi Penghancur “Multimisi”

Published

on

Metamorfosis P-8 Poseidon

Metamorfosis P-8 Poseidon/foto: militaryaerospace

NUSANTARANEWS.CO – Metamorfosis P-8 Poseidon. The US Naval Air Systems Command (NAVAIR) sedang berupaya mengintegrasikan Boeing P-8A Poseidon pemburu kapal selam dengan Rudal Anti-Kapal jarak jauh atau Long Range Anti-Ship Missiles (LRSAM), serta bom Joint Direct Attack Munition (JDAM) kelas 500lb hingga 2.000lb, Mk62 / 63/65 ranjau laut Quickstrike, Raytheon’s Small Diameter Bomb, serta Miniature Air Launched Decoys, sebagaimana postingan pada hari Selasa (28/1).

Khusus untuk Rudal Anti-Kapal jarak jauh (LRASM) berhulu ledak 1.000-lb dengan presisi tinggi ini, diklaim dapat menembus sistem pertahanan rudal musuh tanpa terdeteksi dari jarak 200 mil.

Meski pesawat pemburu kapal selam ini telah membawa torpedo, rudal Harpoon, dan amunisi penyerangan darat SLAM – Angkatan Laut tampaknya ingin menambah kegarangan P-8 dengan rudal LRAS dan JDAM, termasuk Bom Diameter Kecil, dan senjata lainnya. Pembenaman beragam jenis senjata tambahan ini ke dalam pesawat – membuat Poseidon bermetamofosis menjadi pesawat penghancur “multimisi”.

Pentagon mengharapkan program metamorfosis ini dapat selesai sepenuhnya pada 2026, bahkan diharapkan lebih cepat dari tenggat waktu mengingat ancaman yang semakin besar oleh kemajuan pesat Angkatan Laut Cina. Terutama untuk melindungi pangkalan AS di Jepang, Guam dan yang lainnya.

Baru-baru ini, kemampuan rudal LRAS mendeteksi dan menghancurkan target spesifik berjalan sukses dengan menggunakan platform pesawat pembom B-1 Angkatan Udara dan F/A 18 Super Hornet Angkatan Laut. Sang produsen Lockheed Martin sendiri juga telah menguji peluncuran LRASM dari tabung peluncuran vertikal seperti yang digunakan oleh kapal penjelajah dan perusak Angkatan Laut Amerika.

Efisiensi dan efektifitas (lebih tepat ngirit) tampaknya menjadi kata kunci dalam memodernisasi persenjataan utama militer AS saat ini. Pentagon terlihat terus melakukan peningkatan kemampuan alutsista yang ada menjadi lebih garang dan lebih mematikan dari sebelumnya.

Baca Juga:  Pemda Segera Tindak Lanjut Rekomendasi KASN terkait Sanksi Netralitas Pada Pilkada Serentak 2020

Contoh paling mutakhir mungkin adalah peningkatan kemampuan tempur kapal induk USS Gerald Ford menjadi kapal perang paling canggih di abad 21, terutama dengan penambahan platform senjata laser dan railgun. Atau dengan meningkatakan kemampuan jet tempur F-15 dan F-16 nya setara dengan teknologi generasi kelima. Bahkan memodifikasi hulu ledak nuklir rudal Trident yang diluncurkan dari kapal selam menjadi hulu ledak nuklir ringan (low yield).

Seperti dikatakan Kapten Will Hargreaves, direktur program LRASM bahwa, “fleksibilitas melalui integrasi platform tetap menjadi metode yang paling efektif dan hemat biaya untuk mencapai tujuan,” tulis Hargreaves dalam sebuah pernyataan. “Ide kreatif yang patut ditiru oleh Indonesia.” (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler