Connect with us

Mancanegara

Menunggu Kedatangan MIG-35 Mesir Yang Tertunda

Published

on

Menunggu Kedatangan MIG-35 Mesir

Menunggu Kedatangan MIG-35 Mesir. Pada sore hari 21 Juli 2017, dalam pameran udara MAKS yang diadakan di Pangkalan Udara Zhukovsky di Rusia, terlihat MiG-35 dalam corak Angkatan Udara mesir.

NUSANTARANEWS.CO – Menunggu kedatangan MIG-35 Mesir. Diam-diam Angkatan Udara Mesir sedang mengincar jet tempur MiG-35 buatan Rusia menurut majalah National Interest Amerika Serikat (AS). Indikasi tersebut berasal dari sebuah foto MiG-35 dengan bendera Mesir baru-baru ini. Foto itu diabadikan oleh fotografer Rusia Dmitry Terekhov di pangkalan udara Rusia Zhukovsky. Foto juga memperlihatkan nomor seri pesawat adalah 811.

Majalah AS mencatat bahwa pada November 2013, Mesir dilaporkan sedang bernegosiasi untuk membeli 24 jet tempur MiG-29M dari Rusia yang dirancang khusus untuk Angkatan Udara Mesir. Namun dalam perjalanannya, Mesir menginginkan MiG-35 yang lebih canggih sebagai metamorfosis dari MiG-29 yang telah ditingkatkan kemampuannya untuk menjalankan multi-misi yang lebih ekstrim, termasuk peningkatan senjata udara-ke-udara presisi tinggi, serta misi serangan udara ke darat. Jet ini dapat melesat hingga 2.445 km – lebih dari 2 mach.

Seperti diberitakan, pada bulan Agustus, Kairo menandatangani perjanjian militer US$ 2 miliar dengan Moskow untuk membeli dua skudraon lebih MiG-35. Namun, Kepala Staf Angkatan Udara Rusia Jenderal Viktor Bondarev, menyatakan bahwa pengembangan MiG-35 baru akan selesai pada tahun 2017, dan memasuki dinas Angkatan Udara Rusia pada tahun 2018. Menurut Bondarev, Angkatan Udara Rusia berencana memesan sedikitnya 170 pesawat.

Rusia mengakui bahwa produksi Mig-35 molor, dan hal itu pula tampaknya yang menjadikan keterlambatan pemenuhan pesanan MIG-35 Mesir. Kerja sama militer Mesir dan Rusia belakangan meningkat dengan pesat sejak kepemimpinan Abdel Fattah Al-Sisi yang menjadi presiden pada 2014. Meski begitu, Mesir juga telah membeli hampir US$ 200 juta untuk persenjataan buatan dari AS pada 2018 lalu.

Baca Juga:  Sebatik Jadi Pulau Santri Dinilai Perkuat Nasionalisme di Perbatasan

Strategi Presiden Al-Sisi tampaknya sedang berupaya meningkatkan hubungan militer dengan Rusia sebagai langkah strtegis untuk menghidupkan kembali hubungan era 1960-an antara Mesir dan Uni Soviet (Rusia) pada waktu itu.

Kolonel Hatem Saber, mantan kepala Angkatan 777, unit penanggulangan terorisme militer Mesir dan unit operasi khusus mengatakan, “Kebijakan Mesir saat ini adalah memiliki sumber senjata yang berbeda. Kepada Daily News Saber mengatakan, “Angkatan Udara Mesir telah memperoleh banyak senjata Rusia, seperti helikopter Ka-52 yang digunakan dalam dua kapal induk Mesir Anwar El Sadat dan Gamal Abdel Nassar, kata Saber.

“Kehadiran MiG-35 dari Rusia akan meningkatkan kemampuan Angkatan Udara Mesir yang saat ini menempati peringkat pertama di kawasan regional Timur Tengah,” tambahnya.

Menurut Global Firepower (GFP) Angkatan Udara Mesir melampaui Turki, Israel, dan Iran dalam hal peringkat – Mesir menjadi yang terkuat di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Sementara menurut GFP, Angkatan Udara Israel hanya menduduki peringkat 18, sedangkan Turki berada di peringkat 10. Pada 2018, Mesir menduduki peringkat 10 kekuatan militer terkuat di dunia. Tahun ini, merosot menjadi kekuatan militer global ke-12. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler