Berita UtamaKolomMancanegaraOpiniTerbaru

Melihat Alih Teknologi Jet Tempur Su-30 Rusia untuk India

Melihat alih teknologi jet tempur Su-30 Rusia untuk India
Melihat alih teknologi jet tempur Su-30 Rusia untuk India/Gambar sebuah jet tempur Su-30MKI saat melepaskan rudal BrahMos dalam sebuah uji coba/Foto: hindustantimes.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat menyusul digelarnya operasi militer khusus Rusia di Ukraina – India mulai memainkan politik luar negeri yang “cantik” di panggung dunia internasional. Langkah diplomasi India ini cukup mengejutkan Barat terutama dalam mendorong visi multipolaritas global guna mengakhiri hegemoni Barat.

Langkah India dalam mendorong terciptanya sistem internasional multipolar terlihat jelas. Ya, India telah menunjukkan diri bagaimana menembus batas aliansi dan secara fleksibel membangun kemitraan dengan negara manapun secara berdaulat.

Rusia dan India memang telah memiliki hubungan kerjasama militer tradisional yang erat. Sejak era Perang Dingin (Cold War) Rusia (dulu Soviet) adalah pemasok utama alutsista militer India yang belum tergantikan hingga hari ini – bahkan Rusia baru-baru ini telah memasok sistem pertahanan udara canggih S-400 bagi India. Dan tercatat sejak 2018, belanja pertahanan India ke Rusia mencapai lebih dari US$ 15 miliar.

Baca Juga:  Kapolri MoU dengan Dewan Pers, Alumni Lemhannas Ingatkan Dewan Pers Bukan Perwakilan Wartawan

Tak dapat dipungkiri bahwa kembalinya India menjadi kekuatan militer raksasa di Asia adalah berkat peran Rusia. Terutama dengan perluasan kerjasama strategis di bawah program “Make in India” dalam memodernisasi alutsistanya yang memang sebagian besar merupakan buatan Soviet – salah saatunya seperti pembuatan jet tempur multiperan Su-30MKI yang menjadi tulang punggung Angkatan Udara India sebagai usaha patungan antara Sukhoi Rusia (sekarang bagian dari United Aircraft Corporation) dan Indian Hindustan Aeronautics Limited, sebuah perusahaan kedirgantaraan milik negara.

Jet tempur diproduksi di India di bawah lisensi fasilitas produksi Hindustan Aeronautics Limited (HAL), di mana perusahaan milik negara India menerima suku cadang praproduksi, yang lebih dikenal sebagai kit “completely knock down” (CKD) yang diproduksi di pabrik pesawat Irkutsk Rusia.

Program ini terbilang sukses karena berhasil membantu sektor industri militer domestik India tumbuh pesat terutama dengan adanya banyak alih teknologi.

Transfer teknologi Rusia juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari dari senapan serbu hingga jet tempur canggih dan teknologi rudal, termasuk rudal hipersonik terbaru. Pada gilirannya, hal ini selain berperan berperan penting dalam mendukung pertahanan – juga menjadikan India sebagai salah satu kekuatan militer global utama.

Baca Juga:  Penambangan Pasir Ilegal Berkedok Normalisasi Tanggul, Ketua RT Andre: Bohong Besar Itu!

Khusus dalam memodernisasi jet multiperan, termasuk integrasi senjata dan avionik terbaru, India berencana meningkatkan jet tempur Su-30MKI dengan radar Phazotron Zhuk-AE AESA (Active Electronically Scanned Array) Rusia dan sensor canggih generasi berikutnya (tentu dalam sebuah kesepakatan yang dirahasiakan) untuk superiotas udara sekelas Su-35 yang canggih.

Peningkatan lainnya kemungkinan akan mencakup integrasi berbagai rudal udara-ke-udara, udara-ke-darat dan anti-kapal, memberikan kemampuan multiperan Su-30MKI yang mumpuni – termasuk integrasi sistem, subsistem, dan avionik Prancis dan Israel.

Dengan kata lain, modularitas jet tempur Su-30 India menjadi unik karena transfer teknologi Rusia kepada India tidak dimuati kepentingan politik sehingga kemampuan industri militer domestik India tumbuh optimal dan independen. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 2.371