Connect with us

Hukum

Masinton: Kan Ada 72 Jaringan Aktif Kata BNN, Nah Itu Supaya Diungkap

Published

on

Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu/Rere Ardiansah/Nusantaranews

Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu/Rere Ardiansah/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas keterangan Freddy Budiman yang disampaikan oleh Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS) Haris Azhar yang menyebut ada oknum dari penegak hukum yang ikut terlibat dalam jaringan narkoba.

Pasalnya, menurut Masinton, keterangan Freddy Budiman yang menjadi perhatian publik saat ini tersebut dapat dijadikan bahan informasi untuk mengungkap jaringan narkoba yang melibatkan mafia-mafia yang lebih besar.

“Info Freddy yang diutarakan Haris Azhar, sikap saya dari awal itu harus ditelusuri sampai tuntas oleh penegak hukum,” ungkapnya di acara Halal Bihalal dan Diskusi Publik Ikatan Jurnalis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bertema ‘Reshuffle Jilid II untuk Siapa’ di Soto Bu Tjondro Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (6/8/2016).

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) itu juga menyatakan, keterangan Freddy Budiman tersebut harus segera ditindaklanjuti karena bisa meminimalisir peredaran narkoba di Indonesia.

“Informasi sekecil apapun mengenai keterangan Freddy Budiman kepada Haris Azhar, walaupun itu tidak seutuhnya benar, tapi sekecil apapun informasi itu penting karena itu berkaitan dengan sindikat jaringan peredaran narkotika,” ujar Masinton.

Apalagi, lanjut Masinton, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan bahwa Freddy Budiman hanyalah tingkat bawah di dalam jaringan narkoba yang begitu besar.

“BNN belum lama menyatakan bahwa Freddy itu kategori cluster bawah dalam aspek jaringan. Bisa dibayangkan dong kalau cluster bawah aja kerja jaringannya sudah menyelusup ke mana-mana, apalagi cluster menengah dan cluster atas. Kan ada 72 jaringan aktif kata BNN ya. Nah itu yang kita minta supaya diungkap,” katanya menjelaskan.

Baca Juga:  Kemendagri Optimis Target Partisipasi Pemilih 77,5 Persen Dapat Tercapai

Sedangkan saat disinggung terkait dilapokan Haris Azhar ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik, Masinton meminta, agar para aparat tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi pernyataan Haris Azhar.

Justru seharusnya para aparat penegak hukum dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan melakukan investigasi terhadap pernyataan Freddy Budiman melalui Haris Azhar tersebut.

Nggak reaktif lah. Telusuri aja dulu lakukan investigasi, baru kemudian diklarifikasi ke publik. Nggak perlu reaktif,” ungkapnya. (deni/red-01)

Loading...

Terpopuler