Politik

Mardani Bingung Soal Pemimpin Indonesia Sekarang, Ini Sebabnya

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera mengaku terkadang kebingungan soal siapa yang menjadi pemimpin Indonesia. Apakah Joko Widodo atau Megawati Soekarnopurtri.

Diakui Mardani, kebingungan tersebut muncul ketika mendapat berita bahwa Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah meminta maaf kepada dirinya akibat isu ‘gaji’ BPIP. Sementara Megawati merespons dengan imbauan agar Jokowi tenang saja, kontroversi ini tak perlu ‘dimasukkan ke hati’.

Baca:

“Kadang agak bingung siapa pemimpin atau siapa yang dipimpin,” kata Mardani seperti dikutip dari detikcom, Jumat (1/6/2018).

Mardani tidak menutup kemungkinan jika sikap Jokowi minta maaf ke Megawati berdasar pada tradisi sopan santun yang dipahami Jokowi. Namun penerapan sopan santun dalam konteks politik seperti ini malah bisa problematis. Memang Megawati lebih tua ketimbang Jokowi, namun kenyataannya Jokowi adalah Presiden RI.

Baca Juga:  Asnah Mundur, DPP Tunjuk Didik Mukrianto Plt Demokrat Riau

“Presiden orang Jawa, jadi hormat pada yang tua. Tapi pernyataan ini dapat menurunkan wibawa Presiden. Mestinya dijaga bersama marwah Presiden,” kata Mardani.

Kewibawaan Jokowi perlu dijaga bersama-sama. Peristiwa privat semacam praktik sopan santun yang diungkap Megawati seharusnya tak perlu diungkap ke publik. “Kalaupun benar, cukup untuk internal saja, tidak perlu diumbar keluar. Kasihan kalau Presiden dipersepsi publik bersikap tidak patut,” kata Mardani.

Sebelumnya, Megawati mengungkapkan Jokowi meminta maaf kepadanya perihal kritikan yang merundung Megawati soal isu ‘gaji’ BPIP. “Tadi saya pun ditanya oleh Bapak Presiden, dan beliau pun minta maaf,” kata Megawati dalam acara Peluncuran Buku dan Peluncuran Perangko Bung Karno di Gedung Filateli, Jakarta Pusat, Kamis (31/5).

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Related Posts

1 of 1.737