Connect with us

Berita Utama

Manchester United Berada di Jalur yang Tepat?

Published

on

Manchester United berada di jalur yang tepat?
Manchester United berada di jalur yang tepat?

Manchester United berada di jalur yang tepat?

NUSANTARANEWS.CO, London – Manchester United berada di jalur yang tepat? Manchester United terus meraih hasil gemilang di musim 2020/2021. Meskipun skuat asuhan Ole Gunnar Solksjaer tersingkir dari pentas UEFA Champions League setelah hanya berhasil menduduki posisi ke-3 usai tergusur dari Paris Saint-Germain dan RB Leipzig, tetapi tren kebangkitan terus diraih oleh Setan Merah. Setelah kalah 2-3 atas RB Leipzig di laga terakhir fase grup Liga Champion, MU hanya kalah 2 kali dari 21 laga yang dijalaninya di semua kompetisi. Setan Merah berhasil menang 15 kali dan imbang 6 kali.

Saat ini, Bruno Fernandes dan kawan-kawan menduduki posisi ke-2 klasemen Liga Inggris dengan 49 poin dari 25 laga. Mereka terpaut 10 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City, yang berhasil menempati urutan pertama Liga Premier Inggris dengan mencatat hasil gemilang dengan torehan 59 poin dari 25 laga. Bahkan di Liga Inggris, MU menjadi tim paling produktif dengan keberhasilan mencatatkan 53 gol ke lawan-lawannya, diikuti Man. City di posisi kedua dengan 50 gol.

MU masih berjuang untuk mendapatkan gelar Liga Inggris yang ke-21 di musim 2020/2021. Walaupun banyak pecinta sepak bola mengatakan itu sebagai hal yang mustahil, tetapi anggapan tersebut harus dibuktikan oleh tim yang bermarkas di Old Trafford tersebut. MU sebagai tim yang meraih trofi terbanyak di Liga Inggris harus mampu menunjukkan mental juaranya seperti yang mereka tunjukkan di era Sir Alex Ferguson.

Di musim 2020/2021, kelemahan yang paling disorot dari penampilan MU adalah tidak konsistennya lini belakang mereka. Total jala gawang MU telah kemasukkan 32 gol dari 25 pertandingan. Sebuah rekor buruk yang banyak pihak menuding duet bek Maguire dan Lindelof bukanlah duet yang ideal. MU harus sesegera mungkin memperbaiki lini pertahanan yang banyak sekali dijebol melalui gol-gol set pice dari lawan.

Baca Juga:  Memulihkan Suharto, Memulihkan Adab Kita

Tetapi, andaikan MU belum berhasil menjadi juara Liga Inggris di akhir musim nanti, setidaknya MU perlahan mulai menunjukkan jati diri mereka. Sebagai tim terbanyak meraih trofi di sejarah Liga Inggris dengan 20 gelar, MU harus dapat konsisten berada di 2 besar dan bersaing untuk juara. Selama beberapa musim belakangan, MU hanya bersaing untuk meraih tiket zona Liga Champion. Hal tersebut tidak sesuai dengan identitas alami MU yang pada saat era Alex Ferguson selalu mendapat tempat di kasta kompetisi terbesar antar tim di Eropa tersebut. MU dalam 7 tahun terakhir MU telah terlempar 4 kali ke UEFA Europe League (UEL) atau yang akrab disebut ‘Liga Malam Jum’at’ karena bermain di Kamis malam waktu Eropa atau Jum’at dini hari waktu Indonesia.

Perubahan di kubu MU harus sesegera mungkin dilakukan oleh Ole dan manajemen di bursa transfer musim panas nanti jika MU ingin terus berada dalam jalur persaingan gelar juara bersama Man. City dan Liverpool di musim depan. Posisi yang vital untuk diperbaiki MU jika ingin konsisten menjadi tim besar adalah bek tengah sebagai pendamping Maguire, bek kanan sebagai pelapis Aaron Wan-Bissaka, gelandang bertahan sebagai pengganti Nemanja Matic, dan posisi striker yang kerap kali tidak konsisten di musim ini.

Penulis: Pang. M. Jannisyarief

Loading...

Terpopuler