Connect with us

Hukum

Langkah Konfrontasi Washington Terhadap Beijing Terkait LCS

Published

on

Langkah konfrontasi Washington terhadap Beijing terkait LCS.

Langkah konfrontasi Washington terhadap Beijing terkait LCS.

NUSANTARANEWS.CO, Washington – Langkah konfrontasi Washington terhadap Beijing terkait LCS. Sambil mengirim Dua Group Serang Kapal Induk, Amerika Serikat (AS) nyatakan klaim Beijing di LCS ilegal. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (13/7) mengatakan bahwa Cina tidak memiliki dasar hukum untuk mengklaim Laut Cina Selatan (LCS). Pompeo bahkan menuduh Cina telah menggunakan taktik intimidasi terhadap negara-negara yang bersengketa dengannya.

Pompeo juga menegaskan bahwa terkait dengan Indo-Pasifik, dan seluruh wilayah yang di klaim Beijing di sebagian besar LCS adalah ilegal. “Kami memperjelas: klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut Cina Selatan sepenuhnya melanggar hukum.”

Pompeo juga menyatakan bahwa AS menyelaraskan posisinya dengan keputusan yang dikeluarkan oleh sebuah mahkamah arbitrase internasional tahun 2016 lalu. Mahkamah arbitrase telah tersebut menolak klaim Cina karena tidak memiliki dasar hukum. Pompeo mengatakan bahwa dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan LCS sebagai kerajaan maritimnya.

Merujuk pada kasus yang dibahas mahkamah arbitrase yang diajukan oleh Filipina, sebagai salah satu negara yang bersengketa dengan Cina di wilayah LCS. Diluar Filipina, cina juga bersengketa dengan Vietnam, Brunei, Malaysia dan Taiwan.

Cina mengklaim hampir sebagian besar LCS berdasarkan nine dash line secara sepihak. Mengklaim 90 persen lebih wilayah lautan seluas 3,5 juta kilometer persegi di mana senilai US$ 5 triliun barang melintas setiap tahunnya.

Di samping itu, AS juga telah sejak lama mengkritik pos-pos militer yang dibangun Cina di LCS. Sikap keras AS belakangan ini, tampaknya mengindikasikan bahwa Washington kini tengah mengambil langkah yang lebih konfrontatif – setelah sekian lama menunggu reaksi Beijing atas keputusan mahkamah arbitrase yang dimenangkan Filipina.

Baca Juga:  Idul Adha 1439 H, La Nyalla Ajak Pengusaha Jatim Berqurban

Seperti diketahui, Beijing berupaya memperkuat klaimnya di LCS dengan membangun pangkalan militer di atas atol karang, dan terus menentang keputusan majelis arbitrase dengan tindakan agresif.

Langkah Presiden Trump ini sekaligus menunjukkan bahwa AS tidak lagi netral dalam sengketas di LCS. AS mulai berpihak pada negara-negara pesisir, yang semuanya menentang klaim Cina atas wilayah maritim di sekitar pulau, karang, dan beting yang diperebutkan.

Pompeo juga mengingatkan bahwa wilayah-wilayah yang dianggap sebagai bagian dari Filipina dilindungi oleh perjanjian pertahanan bersama AS-Filipina jika terjadi serangan terhadap mereka.

Dia juga mengatakan Cina tidak dapat secara hukum mengklaim James Shoal di dekat Malaysia, perairan di sekitar Vanguard Bank di lepas Vietnam, Luconia Shoals di dekat Brunei dan Natuna Besar dari Indonesia. (Banyu)

Loading...

Terpopuler