Connect with us

Hukum

KPK Kembali OTT Kepala Daerah Kader PDIP

Published

on

Operasi Tangkap Tangan/Foto Ilustrasi/Nusantaranews

Operasi Tangkap Tangan/Foto Ilustrasi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali OTT (operasi tangkap tangan) kepala daerah yang berasal dari kader PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Kali ini, lembaga anti rasuah berhasil menangkap tangan Wali Kota Blitar, Jawa Timur, Samanhudi Anwar. Kabar ini dibenarkan oleh pihak penegak hukum KPK saat dikonfirmasi Okezone.

Giat operasi tangkap tangan KPK berlangsung pada Selasa, 6 Juni 2018. Sementara pihak KPK masih belum mau membeberkan terkait jumlah uang yang diamankan dalam operasi tersebut.

Kasus OTT terhadap kader PDIP oleh KPK bukan kali pertama. Sebelumnya Bupati Purbalingga Tasdi yang juga kader PDIP juga terciduk oleh lembaga pimpinan Agus Rahardjo tersebut.

Tasdi ditetapkan tersangka setelah terbukti menerima suap dalam proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2 tahun 2018.

Baca Juga:
Daftar Politisi Partai Koalisi Jokowi Ini Tersangkut Korupsi
Korupsi Dinilai Pemicu Utama PDIP Meredup
Banyak Kader Terciduk, PDIP Hadapi Masa-Masa Sulit

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan terungkapnya kasus ini bermula dari OTT yang dilakukan di Purbalingga dan Jakarta pada Senin, 4 Juni 2018.

Terkait terciduknya kembali kader PDIP yang tak lain adalah Wali Kota Blitar, Samanhudi semakin menambah daftar panjang kasus korupsi yang membelit kepala daerah yang berasal dari partai bermoncong putih tersebut.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Nusantaranews.co, Jawa Tengah menjadi penyumbang terbanyak kepala daerah dari PDIP yang terlibat kasus korupsi.

Mereka antara lain; Hendy Boedoro (Kendal: 2006), Fahriyanto (Magelang: 2007), Indra Kusuma (Brebes: 2009), Bambang Bintoro (Batang: 2012), Soemarni (Semarang: 2012), Endang Setyaningdyah (Demak: 2013), Rina Iriani Sri Ratnaningsih (Karanganyar: 2013), Ikmal Jaya (Tega: 2014), Jhon Manuel Manopo (Salatiga: 2014), Sri Hartini (klaten: 2016), dan Probo Yulastoro (Cilacap: 2016).

Editor: Gendon Wibisono

Komentar

Advertisement

Terpopuler