Connect with us

Politik

Konflik Papua Meluas, Mantan Aktivis: Silakan Protes, Tapi Jangan Usik yang Lain

Published

on

Kantor DPRD Papua Barat dibakar massa aksi di Manokwari. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Iswtimewa)

Konflik Papua. Kantor DPRD Papua Barat dibakar massa aksi di Manokwari. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Iswtimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pasca insiden kerusuhan di Manokwari beberapa waktu lalu, konflik Papua terus meluas hingga ke Sorong dan Fakfak. Menanggapi hal itu, mantan aktivis 98, Faizal Assegaf mengaku prihatin.

Dalam kasus ini, Faizal Assegaf menyatakan untuk mempersilahkan massa protes menolak kasus insiden rasisme, namun jangan mengusik daerah lain.

“Kerusuhan di Papua dengan modus separatisme yang melebar hingga Sorong & Fakfak, sangat memprihatinkan. Silakan protes soal insiden rasisme, tapi jangan usik yang lain,” ungkap Faizal Assegaf dikutip dari akun twitternya @faizalassegaf, Kamis (22/8/2019).

“Aksi kekerasan tersebut tidak bisa dibenarkan, jelas mengusik rakyat Maluku sebagai bagian dari akar sejarah Kesultanan Tidore,” sambungnya.

Baca Juga: Penyelesaian Kasus Papua, Aktivis Sosial: Lakukan Seperti Jokowi

Ia menambahkan, jika dalam kasus amuk massa di Papua Barat karena motif ketidakadilan, maka Maluku bisa berbuat sama. Tapi kenyatannya, Maluku lanjut Faizal, tidak pernah berbuat kerusuhan. Untuk itu ia meminta menghentikan aksi separatism dengan melakukan perusakan.

“Kalau klaim ketidakadilan, maka Maluku pun sebagai “jembatan” masuknya Papua ke wilayah NKRI, juga merasakan hal yang sama, kemiskinan. Tapi, rakyat Maluku tidak pernah buat kerusuhan untuk dapatkan imbalan ratusan triliun dari Pemerintah pusat. Jadi stop, bertingkah, kita semua cinta NKRI!” jelasnya.

Dalam hal ini, Faizal meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap kasus amuk massa di Papua yang semakin meluas.

“Negara harus bertindak tegas tanpa kompromi pada oknum rasisme & aktor-aktor yang membuat kerusuhan di Papua untuk melanggengkan misi separatisme. Demo silakan, tapi jangan usik kehidupan warga yang tidak ada hubungannya dengan insiden rasisme di Surabaya & Malang. Stop kekerasaan & arogansi,” tandasnya.

Baca Juga:  Gus Mus Tulis Puisi "Jejak-Jejak", Warganet Tanya Makna Gelisah dan Mengeluh

Pewarta: Romadhon

Loading...

Terpopuler