Connect with us

Berita Utama

Kinerja Dinas SDA Pemprov Jatim Disorot, Ratusan Hektar Sawah Petani di Lumajang Terancam Gagal Panen

Published

on

Kinerja Dinas SDA Pemprov Jatim disorot, ratusan hektar sawah petani di Lumajang terancam gagal panen.

Kinerja Dinas SDA Pemprov Jatim disorot, ratusan hektar sawah petani di Lumajang terancam gagal panen/Anggota Fraksi Keadilan Bintang Nurani (FKBN) DPRD Jatim Artono.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Kinerja Dinas SDA Pemprov Jatim disorot, ratusan hektar sawah petani di Lumajang terancam gagal panen. Kinerja Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Jatim disorot. Pasalnya, dinas tersebut dinilai kurang tanggap dalam melakukan normalisasi sungai di desa Bulurejo kabupaten Lumajang. Dampaknya, sawah milik petani di kabupaten tersebut terendam luapan sungai dan mengancam gagal panen.

Anggota Fraksi Keadilan Bintang Nurani (FKBN) DPRD Jatim Artono mengatakan saat melihat langsung di kabupaten Lumajang, ada 7 desa di wilayah kecamatan Tempursari kabupaten Lumajang mengeluhkan adanya kurang perhatiannya OPD milik Pemprov Jatim tersebut.

“Saya berharap Dinas PU SDA segera merealisasikan janji normalisasi sungai yang bermuara di Desa Bulurejo tersebut. Sungai mengalami pendangkalan. Dampaknya air sungai tidak bisa tertampung dan menggenangi persawahan warga,” tuturnya, Jumat (5/3).

Pria yang juga wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim ini, prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat dari 7 desa di Kecamatan Tempursari yang notabene adalah konstituennya. Apalagi, warga mengalami kerugian akibat lahan mereka terendam air, sehingga gagal panen.

Artono akan segera berkoordinasi dengan pimpinan Komisi D yang menjadi mitra PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur agar segera melakukan kegiatan normalisasi sungai bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Artono menjelaskan, aliran sungai tersebut berasal dari gabungan sungai-sungai dari Desa Kaliuling, Pundungsari, Tempursari, Tempurejo, Purorejo, Bulurejo, Tegalrejo dan semuanya bermuara di Desa Bulurejo yang seharusnya langsung menuju ke laut.

“Karena ada abrasi air laut sehingga saluran menuju ke laut tertimbun oleh pasir laut, yang mengakibatkan air tidak bisa mengalir sehingga menggenangi lahan pertanian milik warga di 7 desa tersebut. Kerugian yang dialami warga ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Ini tentu memprihatinkan,” ujar pria yang juga pengusaha ini.

Baca Juga:  Pengamat Internasional Ungkap Alasan Kenapa Polisi Jadi Target Teroris

Politikus PKS ini memberi apresiasi kepada warga yang secara gotong royong dibantu pihak desa, kecamatan, polsek, dan koramil melakukan penyodetan. Langkah itu dilakukan agar air sungai bisa langsung mengalir ke laut.

Namun proses itu tidak mudah karena harus menggali timbunan pasir yang menutupi lahan di sekitar sungai. Sementara jumlah alat berat sangat terbatas.

“Saya mengapresiasi inisiatif warga bersama muspika melakukan penyodetan sungai menuju laut. Namun ini hanya solusi jangka pendek. Solusi terbaiknya adalah normalisasi pendangkalan yang ada di sebelah timur sungai,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Artono, saat turun ke Lumajang, dirinya membantu membuat jalan tembus untuk bisa dilewati sepeda motor dari pasirian lewat Watu Godek menuju Tempurasari sepanjang 3 km.

“Karena jalan yang lama habis diterjang ombak patai selatan, saya berinisiatif bersama warga dan forkompika untuk urunan membeli semen, sama bantu 350 sak semen, yang diserahkan kepada kepala desa Tempursari. Jalan dialihkan mengitari bukit yang aman dari terjangan ombak,” tandasnya. (Setya)

Loading...

Terpopuler