Connect with us

Lintas Nusa

Ketika Dandim dan Kapolres Bojonegoro Terharu Lihat Kondisi Mbah Taminah

Published

on

Kapolres AKBP Wahyudi Sri Bintoro dan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto mendatangi Desa Wotanngare untuk menyantuni Mbah Taminah (78). Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO, Bojonegoro – Mbah Taminah (78) hidup sebatang kara di Desa Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di rumahnya yang sudah reyot, ia hidup dalam kemiskinan dan kenestapaan.

Sementara, di kantor Balai Desa Wotanngare sedang terjadi keributan lantaran ada protes pelantikan empat calon perangkat dan dua karyawan Desa. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 7 Januari 2018. Tepat sepekan usai pergantian tahun. Siang harinya, keributan berakhir.

Keesokan harinya, 8 Januari, Kapolres AKBP Wahyudi Sri Bintoro dan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto mendatangi Desa Wotanngare. Bukan untuk menyambangi kantor Balai Desa, melainkan berkunjung ke kediaman seorang warga.

Warga yang dimaksud tak lain adalah Mbah Taminah. Ia merupakan warga miskin yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk reot berukuran 3×4 meter di depan Balai Desa setempat.

Kedatangan dua pucuk pimpinan TNI dan Polri di Bojonegoro ini didampingi Camat Kalitidu dan Kepala Desa Wotanngare, Mukti Ali, dalam rangka melihat kondisi Mbah Taminah dan menyalurkan bantuan tunai.

Kedatangan kedua pimpinan tersebut disambut antusias warga Desa Wotanngare. Puluhan warga di sekitar kediaman Mbah Taminan turut bergerombol melihat kehadiran dan Dandim 0813 dan Kapolres Bojonegoro.

Kapolres AKBP Wahyudi Sri Bintoro dan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto mendatangi Desa Wotanngare untuk menyantuni Mbah Taminah (78). Foto: Istimewa

Kapolres AKBP Wahyudi Sri Bintoro dan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto mendatangi Desa Wotanngare untuk menyantuni Mbah Taminah (78). Foto: Istimewa

Boleh jadi Mbah Taminah tak pernah menyangka jika kedatangan kedua pejabat tersebut semata untuk berkunjung ke rumahnya. Tak pelak, Mbah Taminah tampak gugup dan serasa tak percaya.

“Assalamualaikum Mbah,” ucap Dandim 0813. Setelah dijawab, Letkol Arh Redinal Dewanto dan Kapolres meminta izin untuk menengok kondisi rumah yang selama ini didiami Mbah Taminah.

Baca Juga:  Letkol Arh Redinal Dewanto: Bertugas di Bojonegoro Sebuah Tantangan

Setelah melihat-lihat kondisi rumah dan seisinya, kedua pimpinan TNI dan Polri Bojonegoro tersebut sama-sama punya kesimpulan. Ini rumah tak layak huni.

Karenanya, Letkol Arh Redinal Dewanto dan AKBP Wahyudi Sri Bintoro mengingatkan kepada Camat dan Kepala Desa agar memberikan perhatian lebih terhadap Mbah Taminah.

Sembari menyalami Mbah Taminah, Dandim mewakili Kapolres menyerahkan bantuan. “Semoga bantuan ini bermanfaat Mbah,” ujar Dandim.

Sementara itu, Kepala desa Wotanngare Mukti Ali mengatakan Mbah Taminah masih memiliki keponakan namun tinggalnya jauh. “Nanti akan kita usulkan untuk renovasi rumah Mbah Taminah dalam Musrenbang Desa,” janji Kades. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...
Advertisement

Terbaru

Advertisement

Terpopuler