Connect with us

Politik

Kembali Jadi Korban, Bendera dan Atribut Demokrat di Surabaya Dibuang di Semak-semak

Published

on

partai demokrat, bendera demokrat, atribut demokrat, demokrat jatim, nusantaranews

Bendera & atribut partai Demokrat ditemukan di semak-semak di Surabaya, Rabu (23/1/2019). (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Bendera dan atribut Demokrat di Surabaya dibuang di semak-semak. DPC Demokrat kota Surabaya mengecam adanya pembuangan bendera Partai Demokrat di Surabaya yang dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab di sekitaran jalan Gunungsari tepatnya di sekitar hotel Singgasana Surabaya di mana di hotel tersebut tempat menginap Komandan Kogasma AHY dalam lawatannya selama tiga hari di Jatim.

Sekretaris DPC Demokrat kota Surabaya Deddy Prasetyo mengatakan pihaknya mengecam atas perusakan terhadap bendera Demokrat yang dipasang di daerah tersebut.

“Kami memasang atribut dan bendera partai untuk menyambut kedatangan komandan Kogasma di Surabaya. Kami juga ada ijin dari Bakesbangpol untuk memasangnya. Namun, oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab bendera dan atribut partai Demokrat dirusak dan dibuang di semak-semak di sekitaran hotel Singgasana. Tak hanya itu sebagian juga hilang,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (23/1/2019).

Deddy menyesalkan adanya pengrusakan dan pembuangan atribut partai Demokrat tersebut mengingat di lokasi tersebut juga dipasang baliho dan bendera parpol lainnya.

”Baliho dan bendera parpol lain masih tetap ada. Cuma punya partai Demokrat saja yang dibuang,” jelasnya.

Meski demikian, imbuh, Deddy, pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun atas peristiwa tersebut karena masih menunggu arahan dari DPD Demokrat Jatim.

“Untuk sikap selanjutnya kami menunggu perintah dari DPD Demokrat Jatim,” katanya.

Loading...

Sebelumnya, pada tahun 2018 atribut berupa poster dan bendera Partai Demokrat di Kota Pekanbaru dirusak orang tak dikenal pada Sabtu (15/12/2018) dini hari. Saat itu, SBY dan Jokowi sama-sama tengah berada di Pekanbaru.

Pewarta: Setya N
Editor: Banyu Asqalani

Terpopuler