Connect with us

Politik

Kelompok Islam Politik Dinilai Akan Paling Kritis Terhadap Pemerintah Kedepan

Published

on

Kelompok Islam Politik Dinilai Akan Paling Kritis Terhadap Pemerintah Kedepan. (Foto Dok. Antara)

Kelompok Islam Politik yakni GNPF-U dan PA 212 Dinilai Akan Paling Kritis Terhadap Pemerintah Kedepan. (Foto Dok. Antara)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat politik Ujang Komarudin menilai munculnya kekuatan kelompok Islam politik yakni GNPF-U (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama) dan PA 212 (Persaudaraan Alumni 212) telah mewarnai dinamika gerakan politik di Indonesia. Menurutnya, ke depan kelompok ini yang akan paling kritis terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

“Ke depan sepertinya merekalah (kelompok Islam politik GNPF-U dan PA 212) yang akan kritis terhadap pemerintah di luar parlemen,” kata Ujang Komarudin kepada redaksi, Senin (15/7/2019).

Ujang mengatakan paska pertemuan Prabowo-Jokowi di MRT Lebak Bulus (13/7) kemarin, bagaimanapun telah memicu kelompok Islam politik ini untuk mencari figur baru.

Baca Juga: Pasca Pertemuan Prabowo-Jokowi, What Is To Be Done?

Tentu saja figur yang dimaksud adalah sosok yang bisa mewakili dan memiliki garis perjuangan sama dengan mereka.

Loading...

“Bisa saja akan memiliki agenda sendiri. Mencari sosok baru atau figur baru yang sesuai dengan visi dan misinya,” ujarnya.

Mengenai gambaran peta dan arah gerakan politik kelompok Islam ini ke depan, Ujang menjelaskan GNPF-U dan PA 212 akan tetap menggunakan jalur konstitusional, yakni memenangkan pemilu, sebab hal itu dinilai sebagai cara terbaik merebut kekuasaan.

“Hanya memang sedang mencari figur yang cocok, yang bisa diterima kelompoknya. Sekaligus juga bisa diterima masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Gerindra Ungkap Siapa Yang Mendorong Prabowo Mau Bertemu Jokowi

Dia melihat, saat ini figur yang dinilai cukup representatif mewakili kelompok Islam politik ini adalah mantan Panglima Jendral Gatot Nurmantyo. “Cuma Gatot kan, tak dapat kendaraan partai,” tandasnya.

Baca Juga:  Kata Khamenei: “AS Tidak Dapat Menghentikan Iran”

Sebagai informasi, dewasa ini, fenomena politik Indonesia dihebohkan dengan munculnya kelompok Islam politik GNPF-U dan PA 212. Disadari atau tidak, kelompok Islam politik ini telah menjadi kekuatan politik baru di Tanah Air sejak Pilkada DKI 2017 lalu.

Pewarta: Romandhon

Loading...

Terpopuler