Ketua PBNU Said Aqil Siroj Saat Launching Munas NU 2017 di Gedung PBNU. (Foto Ach. Sulaiman/Nusantaranews)
Ketua PBNU Said Aqil Siroj Saat Launching Munas NU 2017 di Gedung PBNU. (Foto Ach. Sulaiman/Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj menjelaskan Munas Alim Ulama & konbes NU 2017 di Kota Mataram, NTB mengambil tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi Dan Penguatan Ekonomi Warga.

Menurut Said Aqil tema ini dipilih NU karena mengingat perkembangan kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Seperti diketahui, lanjut dia berbagai bentuk paparan virus radikal kian mengancam keutuhan NKRI.

“Sementara pada saat yang sama tren pertumbuhan ekonomi kita terus menurun. Faktanya, 2017 ini harga komoditas masih melemah, dan belanja konsumen menurun,” ujar dia, Jum’at (22/9/2017) di Jakarta.

Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi sekilas terlihat sebagai dua hal yang sangat berbeda. Tetapi sesungguhnya sangatlah dekat.

“Kalau kondisi perekonomian warga tidak kuat tentu akan makin mudah disusupi virus radikal. Sebaliknya kalau perekonomian warga kuat, tentu tidak akan mudah terpapar propaganda radikal,” sambungnya.

Data menunjukkan, di luar propaganda agama, iming-iming kemapanan ekonomi menjadi magnet paling banyak menyedot massa radikal. Tugas ideologis Nahdlatul Ulama sebagai ormas berhaluan ahlussunnah wal jama’ah kata Said Aqil adalah bagaimana terus membentengi negeri ini dari rongrongan paham radikal, membumikan Pancasila, dan menjaga keutuhan NKRI.

“Dalam hal ini gerakan NU berpretensi untuk terus memperkuat kelompok Islam tengah. Kelompok Islam tengah harus terus dijaga agar tidak terlalu ekstrem ke kanan lalu menjadi radikal, dan tidak terlalu ekstrem ke kiri lalu menjadi liberal,” tegasnya.

Kedepannya, lanjut dia, hasil-hasil pembahasan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, secara internal akan menjadi bagian dari langkah organisasi untuk terus mengkonslidasi diri. Tak hanya itu, juga untuk menguatkan khidmat sebesar-besar bagi kemaslahatan umat.

“Secara eksternal akan menjadi rekomendasi yang selanjutnya disampaikan ke masyarakat dan pemerintah untuk bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Pewarta/Editor: Romandhon

Komentar