Ekonomi

Industri Penggerak Utama Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kunci Sukses di Era Revolusi Industri Keempat Versi Kemenperin. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Humas Kemenperin)
Kunci Sukses di Era Revolusi Industri Keempat Versi Kemenperin. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Humas Kemenperin)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Perindustrian meyakini bahwa industri selama ini menjadi penggerak utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Insdustri juga memiliki peran sebagai tulang punggung bagi ketahanan ekonomi nasional dengan berbasis sumber daya lokal.

Hal tersebut dinyatakan sendiri oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Untuk itu, pihaknya gencar menarik para investor industri dalam dan luar negeri agar menambah penanaman modalnya di Indonesia, baik itu bentuk investasi baru maupun perluasan usaha atau ekspansi.

Baca juga:

“Investasi ini kami harapkan dapat memperkuat struktur industri di Tanah Air dan bisa menjadi substitusi bahan baku impor,” jelas Menperin Airlangga, Jakarta, Sabtu (26/52018).

Menurut Airlangga, melalui penanaman modal, manufaktur juga membawa multiplier effect pada perekonomian nasional seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, dan penerimaan negara dari ekspor. “Maka itu, kami fokus pada program hilirisasi industri,” imbuhnya,

Baca Juga:  Venezuela-Kolumbia Bahas Investasi dan Perdagangan

Dalam catatan Kemenperin, lanjutnya, investasi sektor industri manufaktur sepanjang kuartal I tahun 2018 mencapai Rp62,7 triliun. Realisasi ini terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp21,4 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar USD3,1 miliar. Sektor industri logam, mesin, dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp22,7 triliun.

Ditambahkannya, rata-rata pertumbuhan investasi di sektor industri pada periode tahun 2011-2017, untuk PMA tumbuh hingga 19,2 persen, sementara PMDN tumbuh sebesar 17,1 persen.

“Rata-rata kontribusi investasi (PMA dan PMDN) di sektor industri selama enam tahun belakangan tersebut, mencapai 45,8 persen dari total nilai investasi di Indonesia,” ungkap Airlangga.

Airlangga juga menyampaikan, upaya menarik minat investasi asing menjadi salah satu dari 10 langkah prioritas nasional dalam memasuki era revolusi industri keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Hal ini dapat mendorong transfer teknologi kepada perusahaan lokal.

“Untuk mening­katkan investasi, Indonesia akan secara aktif melibatkan perusahaan manufaktur global, memilih 100 perusahaan manufaktur teratas dunia sebagai kandidat utama dan menawarkan insentif yang menarik, dan berdialog dengan pemerintah asing untuk kolaborasi tingkat nasional,” papar Airlangga.

Baca Juga:  Dari PKL ke Food Colony, Bupati Pamekasan: Tempat Ini Sebagai Tempat Kesejahteraan

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: Achmad S.

Related Posts

1 of 3,171