Connect with us

Hankam

India Kembali Pesan R-73 Rusia Setelah Sukses Merontokkan F-16 Pakistan

Published

on

India kembali pesan R-73 Rusia

India kembali pesan R-73 Rusia

NUSANTARANEWS.CO – India kembali pesan lebih dari 300 misil udara-ke-udara R-73 jarak pendek dan 400 misil udara-ke-udara berpemandu RVV-AE jarak menengah. Perintah itu juga termasuk sistem pengacau radar buatan Rusia, X-31. Selain itu, Angkatan Darat India juga telah meminta Rusia untuk memasok peluncur rudal untuk sistem pertahanannya, termasuk peluncur multi-barel.

Pada bulan Maret, setelah “insiden 27 Februari” di mana MiG-21 Bison India menembak jatuh F-16 Pakistan dengan misil udara-ke-udara R73 – Rusia telah menawarkan rudal udara-ke-udara dengan jangkauan yang lebih jauh daripada yang digunakan India saat ini.

Menurut Russian Tactical Missiles Corporation, pengembang dan penghasil sebagian besar misil udara-ke-Rusia, jangkauan R-73 adalah 30 km. Rentang versi terbarunya, RVV-MD, adalah 40 km.

Sama halnya dengan R-77, yang dapat mencapai target pada jarak hingga 80 km, sementara versi terbarunya, RVV-SD, dapat mencapai 110 km.

R-77 versi terbaru Rusia setara dengan misil jarak menengah AIM-120 AMRAAM AS. Namun rudal AS ini gagal digunakan oleh Angkatan Udara Pakistan (PAF) untuk menargetkan Su-30 MKI India pada insiden 27 Februari, sehari setelah IAF menyerang Balakot.

Setelah serangan angkatan udara Pakistan, India ingin meningkatkan persediaan misil udara-ke-udaranya, di mana pemerintah Modi segera memesan tambahan persenjataan bernilai sekitar US$ 700 juta untuk Angkatan Udara India dari Rusia.

Rusia saat ini juga menawarkan India misil RVV-MD udara-ke-udara jarak pendek, rudal RVV-SD udara-ke-udara jarak-jauh, rudal RVV-BD jarak jauh udara-ke-udara, dan Kisaran misil udara-ke-udara RVV-AE (R-77).

Rusia dan India memang sedang bekerjasama untuk memodernisasi persenjataan Angkatan Udara India (IAF), terutama dengan peningkatan kemampuan misil udara-ke-udara. Sementara untuk mengintegrasikan misil buatan Israel ke Su-30 – India harus meminta izin dahulu kepada Rusia.

Baca Juga:  Cegah Kecurangan Pemilu, Demokrat Bisa Koalisi Dengan Gerindra

Seperti diketahui, sebelum pecah insiden 27 Februari yang melibatkan bentrokan jet tempur pertama India-Pakistan dalam beberapa dasawarsa terakhir – pada 26 Februari jet tempur India telah melakukan serangan udara “non-militer, serangan “pre-emptive” di Balakot, Pakistan, untuk menghancurkan “markas” yang diduga milik kelompok teror Jaish- e-Mohammed.

Kelompok teroris tersebut telah mengaku bertanggung jawab atas serangan Pulwama pada 14 Februari di mana 40 tentara India terbunuh di negara bagian India, Jammu dan Kashmir.

Angkatan Udara India (IAF) meminta tambahan pembelian segera misil udara-ke-udara dan peluru kendali untuk memenuhi kebutuhan misi patroli tempur di sepanjang perbatasan dengan Pakistan – untuk melengkapi persenjataan jet tempur utama seperti Su-30MKI, MiG-29, dan Mirage 2000. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler