Connect with us

Rubrika

IKANU Mesir Keluarkan 5 Maklumat Kebangsaan

Published

on

Gelar Halal Bihalal, IKANU Mesir Keluarkan 5 Maklumat Kebangsaan. (Foto untuk NUSANTARANEWS.CO).

Gelar Halal Bihalal, IKANU Mesir Keluarkan 5 Maklumat Kebangsaan. (Foto untuk NUSANTARANEWS.CO).

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – IKANU (Ikatan Keluarga Alumni Nahdlatul Ulama) Mesir berhasil menyelenggarakan Halal Bihalal Nasional di PP. Al-Hamidiyyah, Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Halal Bihalal yang diselenggarakan pada hari Ahad, 16 Juni, 2019 ini diikuti oleh lebih dari 100 alumni Universitas Al-Azhar Mesir dari berbagai wilayah. Pertemuan Halal Bihalal ini mengeluarkan 5 maklumat kebangsaan.

Sekjen IKANU Mesir Anis Mashduqi dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (18/6/2019)menjelaskan bahwa dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi sosial, politik dan keagamaan bangsa Indonesia saat ini, Ikatan Keluarga Alumni Nahdlatul Ulama (IKANU) Mesir merasa berkepentingan untuk menyampaikan maklumat bersama sebagai berikut:

Pertama, Syawal adalah bulan silaturrahim bagi umat Islam dalam rangka memperbaiki hubungan antar sesama umat manusia (hablum minannas). Ajaran ini akan sangat baik apabila mampu menjadi tradisi nasional bangsa Indonesia. IKANU menghimbau kepada seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat silaturahmi antar sesama anak bangsa untuk memperkuat persaudaraan, serta menyembuhkan luka anak bangsa setelah terjadinya benturan, konflik dan perpecahan.

Kedua, relasi agama dan negara diharapkan mampu mendorong kepada terwujudnya cita-cita perdamaian dan kesejahteraan sebagaimana karakter moderasi Islam itu sendiri (wasathiyyah al-islam), bukan menjadi sumber permusuhan dan perpecahan sesama anak bangsa. IKANU menyeru kepada seluruh elemen bangsa, umat Islam pada khususnya, untuk menebarkan karakter moderasi Islam (wasathiyyah al-islam) sebagai pemersatu dalam rangka menciptakan kondisi bangsa yang kondusif, aman, tenteram dan damai. Agama dengan tegas melarang segala bentuk perilaku berlebihan dalam beragama, termasuk provokasi, fitnah, dan kekerasan yang mengarah pada perpecahan.

Ketiga, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI adalah elemen fundamental dalam bangunan berbangsa dan bernegara yang selaras dengan ajaran dan nilai-nilai agama Islam. IKANU menyeru kepada seluruh elemen bangsa, wajib kiranya menjaga dan memupuk komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI serta dengan tegas melawan gerakan yang akan mengusik dan mengancamnya. Di samping itu, seluruh elemen bangsa wajib menghormati pemerintahan yang sah serta mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga:  Perumusan Pancasila Secara Sistematik Untuk Pertama Kali
Loading...

Keempat, bagi umat Islam, hukum Islam adalah produk pengetahuan yang hanya bisa dikonseptualisasikan oleh pihak-pihak yang terdidik dalam disiplin metodologi hukum Islam dan memiliki kompetensi khusus. Tidak semua orang memiliki kompetensi dan otoritas untuk melakukannya. Hukum Islam merupakan hasil kerja ilmiah dan profesional di tangan-tangan yang ahli di bidangnya.

IKANU menghimbau kepada tokoh-tokoh masyarakat, para dai dan ustadz untuk menahan diri memberikan pandangan hukum Islam kepada masyarakat, kecuali ia merasa yakin dan dinilai memang memiliki keahlian atau kompetensi dalam hal ini.

Saat ini, banyak sekali pandangan hukum yang membingungkan dan distorsif yang justru memperburuk citra agama Islam sebagai agama yang rasional dan humanis, karena perumusannya tidak melibatkan syarat kompetensi dan metodologi yang benar.

Kelima, penegakan hukum merupakan keniscayaan untuk menjaga supremasi hukum. IKANU meminta agar seluruh lembaga penegak hukum mampu menjaga kejujuran, keadilan dan independensi. IKANU juga meminta masyarakat tidak melakukan aksi-aksi inkonstitusional, tapi menyerahkan semua keputusan kepada penegak hukum serta tidak melakukan upaya pemaksaan kehendak. (nn/redaksi)

Loading...

Terpopuler