Connect with us

Mancanegara

Hwasong-15, Rudal Baru Korea Utara Diklaim Bisa Mencapai Washington

Published

on

Peluru kendali jarak jauh Korea Utara, atau rudal balistik antar benua, ICBM; Hwasong-15. Foto: Kim Tong-Hyung/Via AFP

NUSANTARANEWS.CO, Seoul – Korea Selatan mengatakan bahwa rudal balistik antar benua (ICBM) yang diujicobakan Korea Utara terbaru pada Rabu lalu mampu menyerang sasaran di kejauhan 13.000 kilometer. Artinya, rudal ICBM tersebut mampu menjangkau Washington.

Hasil riset Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyebutkan bahwa rudal ICBM Korea Utara tinggal menentukan apakah hulu ledaknya dapat bertahan kembali ke atmosfir dan secara akurat benar-benar mencapai sasaran.

Rudal balistik ICBM yang belakangan dikenal dengan nama Hwasong-15 tersebut merupakan wujud kemajuan yang luar biasa dari seluruh proses pengembangan peluru kendali jarak jauh Pyongyang. Dengan kata lain, Korea Utara sudah sangat dekat dengan tujuannya untuk mencapai persenjataan rudal nuklir jarak jauh.

Para analis memperkirakan, pertengahan tahun depan rudal nuklir jarak jauh Korea Utara sudah mencapai kesempurnaannya. Ini artinya ilmuwan-ilmuwan Kim Jong-un benar-benar telah bekerja sangat ambisius untuk mempercepat program senjata nuklirnya, yang sekaligus memetahkan prediksi para analis yang sebelumnya menyebut pengembangan senjata nuklir Korea Utara membutuhkan waktu tak kurang dari tiga tahun.

Namun, seperti dilaporkan Associated Press, para analis dari Korea Selatan menegaskan perkembangan program senjata nuklir Pyongyang hanya membutuhkan waktu satu tahun, dan tampaknya prediksi ini mendekati kebenarannya bila mengacu pada hasil analisa terkait rudal ICBM yang ditembakkan Korea Utara pada Rabu tengah malam lalu.

Seorang analis dari Institute Internasional untuk Studi Strategis, Michael Elleman menyebutkan bahwa Hwasong-15 milik Korea Utara dapat mengirimkan muatan 1.000 kilogram (2,200 pound) ke titik manapun di daratan Amerika Serikat. Dan Korea Utara, yang sejauh ini telah melakukan enam uji coba nuklir, hampir pasti mengembangkan hulu ledak nuklir yang beratnya kurang dari 700 kilogram (1.543 pound), Elleman menulis pada hari Jumat di situs web 38 North.

Baca Juga:  Pejabat Jerman Dilaporkan Mulai Bicara Soal Rudal ICBM Korea Utara

Korea Utara mengklaim, Hwasong-15 lebih kuat dibandingkan Hwasong-14 yang diluncurkan pada Juli lalu. Hwasong-15 disebut modifikasi dari Hawasong-14 dengan kekuatan jauh lebih besar dan mampu membawa muatan nuklir lebih besar pula.

Hwasong-15 lebih panjang dibandingkan Hwasong-14 dengan selisih jarak 2 meter (6,56 kaki) dan juga lebih tebal terutama di lini kedua rudal serta lebih lebar 80 sentimeter (2,62 kaki). Begitu pula kendaraan pengangkut rudal 9-axle juga lebih panjang dan besar ukurannya sekira 2 meter (6,56 kaki) selisihnya dari truk yang membawa Hwasong-14. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler