Connect with us

Ekonomi

Gubernur Jateng Imbau Masyarakat Tidak Menjadi Kaum Urban

Published

on

Ilustrasi urbanisasi

Ilustrasi urbanisasi

NUSANTARANEWS.CO – Gubernur Jateng Imbau Masyarakat Tidak Menjadi Kaum Urban. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merasa perlu memberikan informasi banyaknya perusahaan yang tersedia di daerah pimpinannya guna mencegah warganya hijrah ke kota-kota besar lainnya untuk bekerja dan mencari nafkah. Dilansir Antara, Ganjar menghimbau masyarakat di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah agar tidak memilih menjadi kaum urban. Ganjar mengklaim, iklim investasi di Jawa Tengah sudah semakin membaik.

“Saya kira ini perlu informasi sekarang banyak perusahaan pindah ke daerah kita, banyak investasi baru masuk, sehingga sebenarnya banyak peluang kerja,” ujarnya di Semarang, Senin (11/7/2016).

Di era desentralisasi, nyatanya pusat pertumbuhan ekonomi masih saja terpusat di kota-kota besar sehingga banyak warga pedesaan lebih memilih urbanisasi. Bahkan, saat arus balik lebaran 2016,  urbanisasi diprediksi masih terus berlanjut meskipun desentralisasi sudah berlaku di Indonesia.

Baca: Sosiolog: Jika Pedesaan Maju, Urbanisasi Akan Minim

Untuk itu, Ganjar mengungkapkan bahwa perusahaan garmen di Kabupaten Jepara yang belum lama ini diresmikan masih membutuhkan kurang lebih 5.000 pekerja, karena dari kebutuhan karyawan sebanyak 7.000 orang baru terpenuhi sekitar 2.000.

Loading...

Selain itu, pabrik garmen di Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Wonogiri juga masih memerlukan banyak tenaga kerja. “Termasuk pabrik sepatu dari Korea itu juga butuh banyak karyawan. Mudah-mudahan jika informasi itu bisa tersampaikan dengan baik kepada warga, maka ada alternatif di sini sehingga masyarakat tidak perlu balik ke kota-kota besar lain,” kata dia.

Seperti diwartakan, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah sibuk menghambat dan mengendalikan laju urbanisasi agar warganya tetap memilih tinggal di daerah daripada hijrah ke kota-kota besar guna memenuhi kebutuhan hidup. (red/sego)

Baca Juga:  Daftar 200 Mubaligh Kemenag Merupakan Blunder Politik Menteri Agama
Loading...

Terpopuler