HukumPolitik

GMPG Minta KPK Jemput Paksa dan Tahan Setya Novanto

NusantaraNews.co, Jakarta – Anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Mirwan BZ Vauly mengatakan saat ini partai Golkar sedang berada dalam kondisi emergency political moment. Pasalnya, status tersangka Setnov untuk yang kedua kalinya sangat merugikan Partai Golkar.

“Partai ini udah berbuat 32 tahun untuk Indonesia dirusak oleh karena mempertahankan satu orang,” ujar Mirwan, Sabtu (11/11/2017).

Mirwan mengaku bahwa Generasi Muda Partai Golkar telah melakukan konsolidasi dengan bertemu dengan senior-senior Partai Golkar untuk berkonsultasi terkait dengan wacana Munas Partai Golkar.

“Jadi, kita ini mencoba di banyak hal. Kawan-kawan juga udah ketemu Pak Jokowi. Semua stakeholders kita mintai masukan dan dukungan, karena bagaimana pun Golkar ini kan aset bangsa. Punya jasa banyak kepada negara,” katanya.

“Yang kedua kami juga mengkonsolidasikan dengan senior-senior. Kami temui Pak Habibie, Pak Akbar, senior-seniorlah untuk kita bilang agar segera bangun. Nggak bisa lagi kayak gini. Kalau nggak turun tangan, ini Golkar akan jadi Partai bawah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Gelar Haul Soeharto Ke-15, Golkar Jawa Timur Sebut Patut Dikenang Jasanya

Mirwan melanjutkan bahwa dirinya menargetkan bahwa tahun ini Partai Golkar harus segar menggelar Munas untuk menyelamatkan Partai Golkar. “Sebelumnya. Nanti kita akan ketemuan lagi,” tutur Mirwan.

Selain itu Mirwan juga meminta kepada KPK untuk segera menjemput secara paksa dan menahan Setnov. “Sudah harus dijemput paksa. Nggak ada lagi caranya,” cetusnya.

Mirwan menyebut alasan mangkirnya Setnov saat dipanggil oleh KPK merupakan bentuk Kebodohan Setnov yang ditunjukan pada rakyat.

“KPK bisa saja jemput paksa. Apalagi dia sudah banyak berdalih, harus izin presiden lah, sakit lah. Ini kan stupidity, kebodohan yang dipamerkan ke rakyat-rakyat kita,” pungkas Mirwan.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Ach. Sulaiman

Related Posts

1 of 270