Connect with us

Traveling

Gelar Safari Jurnalistik, Asosiasi Media Online Sumenep Kunjungi Desa Wisata Pujonkidul

Published

on

Sebanyak 16 media online yang tergabung dalam Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) menggelar safari jurnalistik ke Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jumat-Senin (21-24 Desember 2018). (Foto: NUSANTARANEWS.CO/M Mahdi)

Sebanyak 16 media online yang tergabung dalam Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) menggelar safari jurnalistik ke Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jumat-Senin (21-24 Desember 2018). (Foto: NUSANTARANEWS.CO/M Mahdi)

NUSANTARANEWS.CO, Malang – Sebanyak 16 media online yang tergabung dalam Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) menggelar safari jurnalistik ke Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jumat-Senin (21-24 Desember 2018).

Kegiatan Safari Jurnalistik tahun 2018 ini, belasan jurnalis dari berbagai media online baik lokal, regional hingga nasional ini mengangkat tema ‘Peran Media Mewujudkan Desa Inovatif menuju Kemandirian’ dengan mengunjungi sejumlah tempat wisata, salah satunya wisata Cafe Sawah Pujonkidul menjadi tujuan wisata perdana para kuli tinta ujung timur pulau Madura.

Bukan tanpa alasan, dipilihnya beberapa objek wisata Kabupaten Malang dan Kota Batu karena dua kabupaten ini selalu memiliki daya tarik tersendiri, berbagai cara selalu mereka miliki agar membuat wisatawan senantiasa berkunjung.

Di desa ini terlihat pemandangan yang sangat alami serta menyajikan cafe modern yang di dalamnya terdapat tanaman holtikultura, sehingga para pengunjung selain menikmati pemandangan pegunungan juga cafe sawah menyajikan tanaman pedesaan dan makanan yang khas desa yang sangat tradisional.

“Jika Desa Pujonkidul Kabupaten Malang mampu menyedot ribuan pengunjung, saya yakin desa desa di sumenep juga bisa jika di kelola dengan baik, saya rasa memandangan juga ada di Sumenep, hanya saja yang membedakan kesejukannya,” terang ketua Amos, Ahmadi Muni di lokasi wisata Pujon Kidul.

Menurut Ahmadi, kegiatan safari jurnalistik sengaja dilakukan ke wisata desa Pujonkidul dan beberapa desa lainnya agar menjadi refrensi untuk sumenep dalam rangka membangun citra pembangunan desa wisata di Kabupaten Sumenep, karena saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep mencanangkan Visit Year.

“Jika dilihat keunggulan wisata cafe sawah ini sebenarnya yang ditawarkan bukan menunya, namun pada suasana sekeliling cafe yang bernuansa persawahan di Sumenep saya rasa juga mampu dibangun seperti itu. Tinggal ada kemauan dari Pemerintah Desa dan Kabupaten, karena semua butuh kerja sama,” pungkasnya.

Pewarta: M. Mahdi
Editor: Novi Hildani

Advertisement

Terpopuler