Connect with us

Kesehatan

Derita Bayi Miyzan, Dari Asa Sang Ayah dan Upaya RSUD Nunukan untuk Penyembuhannya

Published

on

Derita Bayi Miyzan, Dari Asa Sang Ayah dan Upaya RSUD Nunukan untuk Penyembuhannya

Derita Bayi Miyzan, dari asa sang ayah dan upaya RSUD Nunukan untuk penyembuhannya. (Foto: Eddy S/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Bayi mungil itu tampak tidur pulas tidur didampingi ibunya, di pergelangan tangan kirinya tampak melekat selang infus yang terhubung ke kantong cairan infus yang tergantung. Bila diperhatikan hampir sekujur tubuh terlihat kulitnya mengelupas, ada yang sudah mengering ada pula yang masih basah.

Di belakang sang ibu, terlihat berdiri lelaki bercelana pendek, kelopak matanya sayu seperti kurang istirahat, namun pandangannya tampak penuh harap.

“Sekarang sudah lebih baik, dibanding beberapa hari yang lalu, semua kulit badan mengelupas kemerahan dan kalau sudah kering pecah pecah, kalau dilepas kulit yang mengelupas menjadi berdarah,” tutur Nurul Qomar, lelaki yang kemudian diketahui sebagai ayah dari bayi Mizyan ini, Kamis (7/11/2019).

Menurut Nurul Qomar, awalnya putranya tersebut lahir dengan normal, namun setelah usia 3 bulan tanda tanda bercak bercak merah sudah mulai muncul. Nurul Qomar yang warga Desa Makmur Kecamatan Tulin Onsoi inipun sudah pernah membawa Miyzan ke RSUD Tarakan dan Malinau.

Diketahui, dalam perawatan tersebut kondisinya sudah sempat membaik dan namun karena keterbatasan biaya maka mereka pulang ke Tulin Onsoi dan tidak melakukan kontrol secara intensif, saat sakitnya kembali kambuh Nurul Qomar yang berprofesi sebagai pekerja serabutan ini hanya bisa memberikan pemgobatan dengan mengoleskan obat obatan herbal namun hasilnya tidak juga menyembuhkan.

Dan kali ini Miyzan kembali dirawat di RSUD Nunukan, yang sebelumnya pada bulan Agustus juga sudah pernah dilakukan perawatan.

Ditempatkan di Ruang Mawar, Bayi Mizyan penderita Dermatitis Seboroik yang sempat viral ini dipantau intensif Paramedis RSUD Nunukan, mereka melakukan perawatan dan pengobatan.

Baca Juga:  4 Tahun Memimpin, Jokowi Gagal di Bidang UMKM

Dalam rangka untuk mengintensifkan perawatan, menurut Direktur RSUD Nunukan dr Dulman dari pihak RSUD Nunukan lantas membentuk tim Dokter. Tim ini terdiri atas dr Erlin Ari Windyareski (Dokter Spesialis Kulit), dr Jindi Octora (Dokter Spesialis Anak), dr Laksito Wening (Dokter Spesialis THT), dan dr Irnawati (Dokter Spesialis Mata).

“Saat ini kondisinya sudah lebih baik dari saat pertama kali datang, dan akan terus kita lakukan perawatan hingga sembuh, untuk penanganannya kita (RSUD) bentuk tim dokter spesialis, kita libatkan juga dalam tim Spesialis THT dan Spesialis Mata karena dampaknya sudah mulai ke kelopak mata dan telinga,” tutur dr Dulman.

Ketua Tim Penanganan Pasien Bayi Mizyan dr Erlin Ari Windyareski membenarkan apa yang disampaikan oleh dr Dulman, menurutnya upaya dilakukan saat ini dengan melakukan perawatan pada permukaan kulit dengan mengupayakan kelembaban kulitnya dan memberikan melakukan treatment untuk dehidrasinya.

Perhatian dan simpati atas bayi Miyzan terus mengalir berdatangan, beberapa warga masyarakat datang memberi dukungan dan doanya, demikian juga Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid yang sedang di luar daerah juga memberikan perhatiannya dengan mengirimkan bantuannya dan menghubungi Direktur RSUD agar dapat memberikan bantuannya dengan maksimal, disamping itu Bupati juga meminta Kabag Humas dan Protokol dan Kabag Kesra Setda untuk datang memantau keadaan bayi dan orang tua yang mendampinginya.

“Bupati memang sudah arahkan untuk dapat membantu pasien ini, segala fasilitas pemerintah yang ada coba kita gunakan untuk membantu sehingga orangtua pasien tidak terbeban dengan pembiayaan dan diupayakan selama proses kesembuhan untuk tetap di Nunukan, karena mungkin akan butuh waktu yang lama untuk proses kontrol maka kita upayakan nanti supaya pasien dan orangtua tidak pulang ke Tulin Onsoi, ada rumah singgah RSUD atau Rusunawa yang bisa digunakan”, tutur Hasan Basrim. (edy/san)

Baca Juga:  Membakar Bendera Tauhid, KSHUMI: Merupakan Perbuatan Pidana Penistaan Agama

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler