Connect with us

Lintas Nusa

Danramil Plaosan Ingatkan Mahasiswa Ancaman Perang Non Militer

Published

on

NUSANTARANEWS.CO, Magetan – Danramil 0804/02 Plaosan Kapten Inf Waluyo Utomo mengingatkan kepada mahasiswa bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman yang kompleks. Sebagai mahasiswa, katanya, harus berani tampil ke deoan dalam menangkal serangan bangsa asing dalam bentuk perang non militer (proxy war).

Hal itu disampaikan Kapten Inf Waluyo Utomo saat memberikan materi wawasan kebangsaan pada penutupan KKN mahasiswa Uiversitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Balai Desa Buluharjo, Plaosan, Magetan.

Di hadapan 124 mahasiswa dari kedua kampus tersebut, Kapten Inf Waluyo Utomo menngingatkan bahwa perang non militer yang dilancarkan pihak asing menyasar kalangan muda atau mahasiswa. Apalagi asing sangat paham Indonesia pada 2025-2030 memiliki bonus demografi di mana usia produktif lebih besar daripada usia tua.

“Mereka menyerang generasi muda melalui miras, narkoba, seks bebas, gaya hidup dan lain-lain dengan tujuan agar generasi muda kita lemah tidak punya karakter, tidak punya kemampuan alias bodoh sehingga akan menjadi bumerang. Kita memiliki bonus demografi tapi tidak bermanfaat justru menjadi problem bagi bangsa sampai hari ini, kita tidak sadar bahwa otak kita sedang dicuci oleh gadget/sekarang tengok kanan dan kiri semua pada menunduk pegang HP, kita diajari cuek terhadap lingkungan, kepekaan sosial hilang pikiran kita disibukan oleh HP,” paparnya.

Celakanya, katanya, keadaan ini tidak hanya pada remaja atau anak sekolah saja bahkan sudah masuk ke instansi pemerintah dengan alasan kemajuan teknologi semua dituntut lapor cepat lewat HP. Akhirnya setiap ada acara, semua disibukan dengan laporan dilengkapi dokumen.

“Kondisi ini cepat atau lambat pasti berpengaruh terhadap bangsa kita dan melanggar budaya yang ada. Kalian mahasiswa calon pengganti kami semua ada yang akan jadi Camat, Danramil, Guru dan lain-lain dari sekarang kuatkan karaktermu,” sambungnya.

Baca Juga:  MPR: Proxy War Menggerus Ideologi Pancasila

Dikatakan Kapten Inf Waluyo Utomo, “Apa yang kalian lihat akan diucapkan, ucapan akan dilakukan/diperbuat, perbuatan akan melahiran kebiasaan, kebiasaan itulah yang disebut karakter sedangkan karakter adalah masa depanmu. Jadi kesimpulannya adalah bahwa masa depanmu tergantung dari apa yang kalian pikirkan sekarang ini,” pungkasnya. (ed/pen)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler