Connect with us

Politik

Bola dan Pilpres 2019 Dalam Pandangan Pengamat Politik Tanah Air

Published

on

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps Diunjuk. (FOTO: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps Diunjuk. (FOTO: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat politik Muslim Arbi kemenangan Prancis atas Kroasia (4-2) di final piala dunia 2018 memang pantas. Walaupun di sisi lain, Kroasia sudah menjunjukkan upaya dan kerja keras terbaiknya di lapangan hijau Luzhniki Stadium di Rusia.

“Prancis memang pantas menang. Meski Kroasia sudah tunjukkan perjuanganterbaik nya. Kita patut ucapkan selamat kepada Tim Prancis: Félicitations pour la victoire 4-2 de la France sur la Croatie,” kata Muslim Arbi melalui pesan tertulisnya, Senin (16/7/2018).

Muslim menyampaikan, bola memang punya kekuatan magis. Miliki daya sihir yang luar biasa. Para pecandu bola dari semua kalangan tergerak untuk ikuti pertandingan dengan berbagai nobar (nonton bareng) di tv masing-masing atas siaran live dari Luzhniki Stadium di Rusia.

Tapi, kata dia, selain perhelatan akbar 4 tahun sekali itu. Para penggemar bola di Tanah Air, juga mengkait-kaitkan bola dengan pilpres 2019. “Ya bisa saja. Namanya juga selera bola dan politik dari semua kalangan hampir sama saja,” ujarnya.

“Khususnya dari sejumlah kalangan yang coba otak-atik gatuk. Konon katanya kekalahan Kroasia adalah simbol kekalahan salah satu Capres yang pernah pakai baju kotak-kotak di pilgub DKI,” imbuhnya.

Muslim menambahkan, ada lagi yang coba ramal bahwa kemenangan Prancis ini adalah makna simbol seorang Capres yang nama huruf depannya adalah P. “Semuanya asyik-asyik saja. Meski di pasar taruhan yang pegang Kroasia akan pulang lirih karena kalah bertarung. Meski Presiden Kroasia Kolinda Grabar Kitarovic yang cantik dan seksi sekali, bak bintang film tidak bisa menghapus kekecewaan para petaruh yang kalah,” kata Muslim

Perhelatan Piala Dunia 2018, lanjutnya, sukses buat Tuan Rumah Vladimir Putih meski Rusia hanya sampai di seperempat final usai dikandaskan Kroasia. “Bagi masyarakat pencinta bola tanah air akan masih saja mengutak atik pertarunga Prancis vs Kroasia di Final sebagai bumbu hadapi Pilpres 2019,” katanya.

Tahun politik ini, bagi dia, meski murni olah raga dan olah strategi, tapi para pembaca tanda-tanda alam, menjadikan kemenangan Prancis sebagai alamat ke kalahan Petahana di 2019. “Karena #2019GantiPresiden pun mendunia. Lagian, Tagar Ganti Presiden pun nongol di Stadion di Rusia.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Komentar

Advertisement

Terpopuler