Pertemuan Tokoh Israel dan Arab Saudi/Foto: arabnyheter.info
Pertemuan Tokoh Israel dan Arab Saudi/Foto: arabnyheter.info

NUSANTARANEWS.CO – Kembali sebuah “dokumen perang” bocor, kali ini oleh Channel 10 Israel, pada 7 November. Dokumen yang bocor itu adalah sebuah kabel diplomatik yang dikirim ke seluruh duta besar Israel di seluruh dunia. Kabel kedutaan yang diklasifikasikan dalam bahasa Ibrani tersebut menunjukkan bahwa Tel Aviv dan Riyadh berencana meningkatkan eskalasi di Timur Tengah. Dokumen-dokumen ini memberikan bukti langsung keterlibatan kedua sekutu AS terhadap rencana penyerbuan ke Lebanon.

Kabel itu dibocorkan oleh Barak Ravid , koresponden diplomatik senior untuk Channel 10 News. Komunike tersebut, katanya, dikirim dari Kementerian Luar Negeri Israel di Yerusalem pada 6 November ke semua kedutaan Israel. Kabel ini Ini menginstruksikan agar para diplomat Israel melakukan segala untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Hizbullah dan Iran.

Dokumen rahasia yang diumumkan oleh Saluran TV Israel 10 menunjukkan bahwa skenario perang provokatif ini dikoordinasikan oleh Arab Saudi dan Israel untuk memicu perang baru Timur Tengah: dengan memfitnah Lebanon sebagai wakil Iran.

Seperti diketahui, Washington telah mencap kelompok Hizbullah Lebanon sebagai “teroris” – sebaliknya kaum progresif di Timur Tengah melihat Hizbullah adalah organisasi pembela kedaulatan Lebanon. Terbukti dua kali, di mana pada tahun 2000 dan 2006, pasukan Hizbullah berhasil menendang tentara Israel keluar dari Lebanon.

Bukan itu saja, Hizbullah bersama pemerintah Suriah berhasil mencegah pemusnahan negara tetangganya ini dari pendudukan koalisi imperialis dan ISIS. Iran yang juga difitnah oleh AS dan sekutunya terus berupaya memberikan dukungan politik, material dan militer penting yang diperlukan guna mengalahkan koalisi imperialis-ISIS tersebut.

Nah, media massa global telah lama memberi kesan kuat – untuk konsumsi publik – bahwa Israel dan Arab Saudi saling bermusuhan dan selalu berada di sisi yang berlawanan. Padahal jelas-jelas kedua rezim tersebut bersandar dan dipersenjatai oleh Washington sehingga mereka dapat menghabisi perjuangan pembebasan dan pemerintahan independen di Timur Tengah dan sekaligus menjaga kawasan kaya minyak ini tetap “aman” bagi Exxon Mobil dan JP Morgan Chase & Co.

Sekarang ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Israel dan Arab Saudi telah bekerja sama untuk menyerang ke Lebanon. (Banyu)

 

Komentar