Connect with us

Ekonomi

Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Dewan Jatim Dukung Program Pamor  Pemprov Jatim

Published

on

Bantu masyarakat terdampak Covid-19, Dewan Jatim dukung program Pamor Pemprov Jatim.

Bantu masyarakat terdampak Covid-19, Dewan Jatim dukung program Pamor Pemprov Jatim. anggota Komisi B DPRD Jatim Chusainuddin, Kamis (7/5).

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Bantu masyarakat terdampak Covid-19, Dewan Jatim dukung program Pamor  Pemprov Jatim. Pemprov Jatim menyiapkan program Pasar Murah Online Mandiri (Pamor) guna menjamin pemenuhan kebutuhan bahan pokok menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Fitri 1441 H.

Program penyediaan dan penjualan sembako murah berbasis online dan drive thru ini adalah sebagai langkah mencegah potensi penularan Covid-19.

Hal ini langsung mendapat apresiasi anggota DPRD Jatim Chusainuddin. “Ini merupakan langkah strategis dan cerdas,” kata anggota Komisi B kepada wartawan, Kamis (7/5).

Chusainuddin menilai dengan meluncurkan program Pamor berbasis online akan memudahkan masyarakat yang ingin berbelanja. Pasalnya masyarakat memang diimbau lebih baik di rumah saja saat pandemi Corona.

Selain itu, program ini juga membantu petani maupun peternak yang kesulitan memasarkan produknya. “Kami berharap pemprov memaksimalkan hasil produksi masyarakat yang kesusahan menjual hsl produksinya selama pandemi ini,” ucap Chusainuddin.

Ia mencontohkan, seperti yang sudah dilakukan oleh dapur umum di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Belanja untuk kebutuhan memasak mulai dari beras, sayur, dan lauk pauk juga mengambil atau beli dari masyarakat langsung.

“Campur tangan pemerintah dalam kondisi perekonomian yang sulit sangat dibutuhkan agar para pelaku UMKM punya semangat lagi untuk tetap berproduksi,” kata politisi PKB ini.

“Dan juga, masyarakat saat ini masih tetap menanti turunnya bantuan dari Pemprov Jatim untuk penanganan terdampak Covid-19. Semoga janji bantuan ini juga bisa segera direalisasikan,” tegas Chusainuddin.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program Pamor ini merupakan hasil kerjasama antara produsen bahan pokok dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:  Satgas Yonif 511/DY Terima 1 Pucuk Pistol Rakitan Dari Masyarakat

“Semangat program ini kami ingin mendekatkan akses bahan pokok yang harganya lebih murah dari HET, kepada warga masyarakat Jawa Timur jelang hari lebaran,” terang Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (6/5/2020).

“Selain itu, lewat program ini produsen sembako bisa menitipkan produk bahan pokoknya untuk dijual lewat Pamor. Jadi sistemnya menyerap dari produsen dan mendekatkan pada konsumen dengan keuntungan harga yang lebih murah,” imbuh Khofifah.

Pasokan produk bahan pokok yang dijual di Pamor ini berasal dari produsen atau industri bahan pokok yang ada di Jawa Timur. Misalnya untuk gula kristal putih langsung didatangkan dari beberapa pabrik gula.

Adapun beberapa produk bahan pokok yang dijual antara lain gula pasir dengan harga Rp 12.500, minyak goreng kemasan 1 liter dengan harga Rp 11.500, minyak goreng kemasan 2 liter dengan harga Rp 22.500, serta beras medium 5 kilogram dengan harga Rp 45.000.

Selain itu di Pamor juga menyediakan beras premium 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp 58.000, serta mie instan 1 dus dengan harga Rp 92.875 dan lain-lain.

“Program Pamor ini terdapat dua jalur untuk pembeliannya. Pertama adalah drop point atau metode pesan dan diantar ke titik drop, dan kedua lewat sistem drive thru,” kata Khofifah.

Untuk jalur drop point target penjualannya adalah masyarakat di sentra pemukiman. Jalur pembelian ini bekerja sama dengan RT/RW setempat yang akan berperan sebagai koordinator untuk memesan secara online melalui website http://disperindag.jatimprov.go.id/pamor/.

“Jika masyarakat sudah memesan melalui website tersebut maka barang akan dikirimkan ke sesuai pemesanan di drop point yang sudah disepakati,” imbuh Khofifah.

Jalur yang kedua adalah dengan sistem drive thru. Dengan metode ini pembeli dapat memesan bahan pokok melalui website http://disperindag.jatimprov.go.id/pamor/ kemudian pembeli datang ke outlet Pamor di Disperindag tanpa turun dari kendaraan.

Baca Juga:  Shalat Hajat Demi Keamanan dan Kelancaran Pelaksaan Pemilu Serentak

Khusus untuk pembelian sistem drive thru, ada 3 jenis paket sembako yang bisa dibeli masyarakat. Masing-masing paket menyediakan jenis dan varian sembako yang berbeda-beda.

“Program ini sudah berjalan. Dan sampai tanggal 4 Mei 2020, transaksi yang dilakukan sudah cukup besar. Yang pertama misalnya untuk komoditas gula pasir, yang sudah terjual ada 2.247 kilogram, lalu minyak goreng yang sudah terjual ada sebanyak 769 liter, kemudian untuk beras yang sudah terjual 711 kilogram dan untuk mie instan 56 karton,” tegas Khofifah.

Rencana ke depan Pamor akan dikembangkan ke beberapa daerah di Jawa Timur melalui UPT yang dimiliki oleh Disperindag yaitu itu di Kabupaten Magetan, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Sidoarjo.

“Kami berharap masyarakat akan lebih termudahkan aksesnya pada sembako dengan harga yang lebih murah jelang lebaran Idul Fitri,” pungkas Khofifah. (setya/ed. banyu)

Loading...

Terpopuler