Connect with us

Mancanegara

AS Gelar Proxy War di Perbatasan Yordan, Rusia Tegaskan Dukung Suriah

Published

on

AS Gelar Proxy War di Perbatasan Yordania, Rusia Tegaskan Tetap Suriah

AS gelar proxy war di perbatasan Yordania, Rusia tegaskan tetap Suriah/foto: foreignpolicy

NUSANTARANEWS.CO – AS gelar proxy war di perbatasan Yordania. Sepanjang hari Minggu hingga Senin, Turki terus melancarkan serangan udara terhadap posisi militer Suriah di Provinsi Idlib, dan dilanjutkan dengan serangan darat untuk memukul mundur pasukan pemerintah Suriah keluar dari garis depan pertahanan Idlib guna melindungi benteng utama aliansi pemberontak-teroris di provinsi tersebut.

Namun, berkat dukungan serangan Angkatan Udara Rusia, garis pertahanan aliansi teroris-pemberontak berhasil diporak porandakan sehingga pasukan darat koalisi pemerintah Suriah dan Hizbullah dapat bergerak maju memukul mundur teroris keluar kota tersebut. Kantor berita SANA melaporkan bahwa unit-unit pasukan koalisi pemerintah saat ini terus menyisir kota untuk membersihkan sisa-sisa teroris, termasuk bom dan ranjau

Diberitakan, Damaskus kembali menguasai kota Saraqib yang strategis dari tangan pasukan koalisi pemberontak-teroris bentukan Amerika Serikat (AS) setelah sempat kehilangan kendali pada hari Kamis (27/2). Saraqib adalah kota di provinsi Idlib yang menghubungkan jalan raya M4 dan M5 – menjadi jalur utama yang menghubungkan Aleppo dengan kota-kota lain yang dikuasai pemerintah Suriah.

Di tengah panasnya hubungan Damaskus-Ankara dan meningkatnya pertempuran di Idlib – Kremlin telah menegaskan kembali dukungan Rusia terhadap Suriah dalam perang melawan terorisme.

Menyusul agresi militer Turki yang mendapat dukungan Amerika Serikat (AS), PBB, NATO, dan Israel – Komando Angkatan Bersenjata Suriah menyatakan dengan tegas bahwa: “Setiap pesawat yang melanggar wilayah udara Suriah akan diperlakukan sebagai target militer musuh dan segera dihancurkan begitu melanggar wilayah udara kami,” bunyi pernyataan pers resmi tersebut.

Dukungan Rusia tidak main-main, lusa malam lalu dilaporkan bahwa Angkatan Udara Rusia telah menyerang konvoi militer Turki dekat Sarmin di Idlib selatan – yang dilaporkan media mainstream barat menghantam warga sipil?

Baca Juga:  Berapa Hari Sekali Kita Dapat Mencuci Rambut?

Tampaknya Aliansi AS, Israel dan Turki “tanpa urat malu lagi” meningkatkan agresinya di Suriah dengan mengobarkan kembali perang proksi di Daraa, Suriah selatan di sepanjang perbatasan Suriah-Yordania. AS dan sekutu NATO nya secara terang-terangan mengulang kembali rekayasa awal konflik Suriah tahun 2011 di sana, untuk memecah konsentrasi operasi penaklukan Idlib oleh Damasksus.

Media mainstream barat kini mulai meledakkan berita kekerasan di wilayah perbatasan tersebut – yang kemungkinan akan disusul dengan peritiwa yang sama di daerah lainnya. Hal ini, memperjelas bahwa konfrontasi Turki dan Suriah memang rekayasa AS. Dengan kata lain, Turki hanyalah pion yang bekerja untuk kepentingan Washington.

Perang proksi di sepanjang perbatasan Suriah-Yordania jelas memang dikoordinasikan untuk membantu agresi Turki. Propaganda media mainstream barat akan menutupi dan membalik semua peristiwa kekerasan untuk meningkatkan dampak politik bagi kelanjutan agresi terhadap Suriah.

Terutama dampak kemanusiaan, di mana media barat dapat mengeksploitasi jutaan pengungsi untuk memfitnah dan menekan pemerintah Suriah – sekaligus menjadi alat untuk menekan Eropa bila para pengungsi tersebut dilepaskan menyeberang.

Krisis pengungsi ini pada gilirannya dapat diproduksi menjadi komoditas politik untuk mendapatkan dukungan publik Barat sehingga Barat dapat lebih “elegan” dalam melindungi kekuatan utama teroris di Suriah yang memang telah dipersenjatai dengan baik oleh senjata canggih produksi Barat

Agresi Turki kemungkinan besar adalah langkah terakhir AS untuk menegaskan kembali hegemoninya di kawasan regional Timur Tengah yang kini kian porak poranda akibat kekalahan pasukan proksi regionalnya di berbagai front – sementara Rusia dan Iran semakin mengokohkan diri sebagai kekuatan utama yang diperhitungkan di kawasan.

Sebagai catatan: Juru bicara Komando Sentral AS Kolonel Pat Ryder dalam sebuah konferensi pers di Pentagon tahun 2015 mengungkapkan bahwa AS telah melatih pasukan proksinya secara reguler di Turki. Namun Ryder menolak merinci jumlah pasukan proksi tersebut.

Baca Juga:  Pancasila Harga Mati, Din Syamsudin: Itu Radikal, Radikal itu Akar

Meski begitu, Ryder mengatakan sedikitnya ada dua kelompok milisi yang sedang dilatih di Turki oleh pasukan AS, dan masih ratusan lebih warga Suriah yang sedang menjalani proses pemeriksaan untuk memasuki program pelatihan.

Pentagon telah mengeluarkan anggaran US$ 41 juta untuk menyelundupkan mereka keluar dari Suriah, mempersenjatai dan melatih mereka di Turki, dan menyelundupkan mereka kembali Suriah. Kongres AS telah menyetujui US$ 500 juta untuk program tahun 2015, dan Departemen Pertahanan meminta US$ 600 juta untuk anggaran 2016 – untuk menghasilkan milisi terlatih dalam upaya menggulingkan Presiden Bashar al Assad. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler