Connect with us

Budaya / Seni

Anak-Anak di Larang Membaca Kertas Putih

Published

on

Hari Buku Sedunia, Media Sosial Menambah Runyam Segalanya!

Hari Buku Sedunia, Media Sosial Menambah Runyam Segalanya!

Puisi Irna Novia Damayanti

Anak-Anak di Larang Membaca

Anak-anak dilarang membaca
Ketika yang di hadapan mata
Buku-buku yang mengantar jiwa
Menuju siksa
Memanjangkan airmata orang tuanya
Sepanjang pergantian penghujan dan semi

Anak-anak lebih baik bermain
Menata senyum di wajah ibu
Dengan mimpi dan prestasi
Dengan mengikatkan silaturahmi bersama
Teman-teman

Biar cinta dan kasih seperti bunga
Di taman
Saat embun masih begitu anggun

Rajawana, Mei 2017

Kertas Putih

Kertas masih putih
Tanpa kata-kata apalagi makna
Belum mampu menjadi kendaraan
Mengantar pikiran menemukan serpihan cahaya
Di sebalik ingatan

Pada pancar mata
Dinding di depan rumah-rumah tetangga
Melarang senyumku singgah
Apalagi mengantar salam
Terlalu jauh dari nyata

Kursi telah kosong
Tidak ada yang duduk
Karena disini kursi hanya menghadirkan
Sepiring nasi saban pagi dan malamnya
Sisanya hanya canda tawa yang
Diperoleh dari permainan kata-kataku saja

Dan meja yang terletak
Di atasnya hanya beberapa percakapan kecil
Juga beberapa mimpi yang juga
Belum kunjung sampai di depan mata
Meski doa memanggilnya
Begitu istikomah

Tidak ada yang diburu disini
Maka kertas putih menjelma jiwa bayi
Yang tergeletak
Dengan raga yang begitu lemah tapi
Memancarkan kasih sayang setiap
Mata dewasa yang hinggap

Rajawana, Mei 2017

Sapu Lidi

Sehelai sapu lidi telah terlepas dari kawannannya
Menjadi tempat hidup kisah anak kecil yang di tinggal ibunya
Dia menyimpan airmatanya pada hari yang panjang

Roda sepeda motor melintasinya
Betapa pecah berkeping setiap pikiranku yang kukumpulkan pada
Sehelai sapu lidi itu

Bukankah pecahan itu
Setidaknya diperbaiki dengan tangan kita
Yang masih bersetia dengan dunia ?

Baca Juga:  Ini Tawaran Rizal Ramli Kepada Pemerintah Atasi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Indonesia

Sehelai sapu lidi sudah cukup mengajari
Sendiri itu memberi kesakitan begitu dalam

Rajawana, Mei 2017

Irna Novia Damayanti. Lahir di Purbalingga, 14 September 1992. Seorang Mahasiswa Pascasarjana IAIN Purwokerto Jurusan Ilmu Pendidikan Dasar Islam. Aktif di Komunitas Sastra Santri Pondok Pena dan Gubuk Kecil. Seorang Santri Di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto.

Terpopuler