Sawah Terasering | Lukisan Yogyakarta by milieArt | Lukisan dijual 550.000
Sawah Terasering | Lukisan Yogyakarta by milieArt | Lukisan dijual 550.000

YANG MANAKALA SOTO

 

bersama Ahmad yang rumahnya menghadap

ke depan, musim hujan telat bulan dan

sepasang sapi yang terserang pilek

enggan bergandengan, saya nikmati

jalan mengenang jalan yang terus aus

digesek roda tak kunjung sampai.

 

inilah sawah di mana tikus

tentulah mati di lumbung padi

biji-biji saban panen tumbuh

kembali. sambil nyetir manakala lurus

saya bayangkan setiap wanita sumringah

sebagai ratu di muka tungku.

 

aroma bumbu menguap ke cakrawala

di sela gerimis menapak rintik dan

rindu yang manakala menikung

jalan ini lantas kehilangan ujungnya.

sejurus kenang menjelma hujan

lebat dan gemulai.

 

“Mari menyisi dan berteduh

songkok nasionalmu belum siaga

untuk setiap perkara yang tiba-tiba.

Memang agak susah mengingat Jas Hujan,

selain Tuhan.” kata Ahmad yang rumahnya

menghadap ke depan.

 

di warung itu kami ketemu pedagang

kambing; kambing-kambing yang

mengajari gembala, kambing-kambing

yang  manakala mengembek lebih makbul

ketimabang doa yang tidak merdeka,

 

kambing yang 2 jam kemudian

menyurutkan hujan menggugah

masing-masing kesadaran: dingin

dan gigil. adakah soto

sanggup menghangatkan?

 

Sumenep, 2012

Simak:
Sebuah Toko Sebuah Buku dan Cerita yang Terselip
Karikatur di Atas Wastafel

 

Sipulan K. Langka, Alumnus STSI Bandung. Pelaku seni, pimpinan teater Kalangka Madura. Kini Mukim di Sumenep.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Komentar