Berita Utama

Soal Keberatan Ahok, Ketum PP GPII: Saatnya NU Struktural atau Kuktural Bersatu

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM/Foto Hatiem/NUSANTARAnews
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM/Foto Hatiem/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan suara gemetar menyampaikan keberatannya atas sekian kesaksian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam sidang kasus dugaan penistaan agama.

Mengingat KH. Ma’ruf Amin juga merupakan Rais ‘Aam PBNU, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM, sudah saatnya bagi NU baik secara struktural maupun kultural untuk bersatu.

“Ini saatnya NU struktural atau kuktural untuk bersatu. Melawan arogansi ahok dan kroninya,” cetus Karman saat dihubungi nusantaranews, Rabu (1/2/2017).

Baca juga: Ahok Tolak Keterangan KH. Ma’ruf Amin, GP Ansor dan Banser Serukan Siaga Satu Komando

Karman juga menyampaikan bahwa, jam’iyah NU yang menjadi ketuda dewa syuriah merupakan orang yang yang patut dan pantas untuk didengar.

“Dalam sejarah NU yang saya tau, orang yang jadi ketua dewan syuriah itu adalah orang yang sangat dan paling didegar. Kali ini ada yang ingin menggoyang dan menghancurkan ikram pada dewan syuro,” ujarnya.

“NU, this is a correct time to fight against Ahoax,” sambung Karman menyudahi.

Sebagiaman diketahui, dalam persidangan di Kementerian Pertanian, Ragunan, Selasa (30/1/2017), Ahok merasa keberatan lantaran dirinya disebut menghina ulama dengan perkataannya di kepulauan seribu beberapa waktu lalu.

Ahok pun merasa keberatan dengan Ma’ruf yang meralat pernah bertemu dengan pasangan calon Agus Yudhoyono-Sylviana Murni pada 7 Oktober.

“Artinya saudara saksi sudah tidak pantas jadi saksi karena sudah tidak obyektif lagi,” ujar Ahok dalam persidangan.

Suara Ahok terus bergetar saat menyampaikan keberatan-keberatannya dan berjanji akan membuktikan bahwa kesaksian Ma’ruf tidak benar.  “Percayalah, sebagai penutup, kalau Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan yang Mahakuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu per satu dipermalukan. Terima kasih,” ujar Ahok. (Sule)

Komentar

To Top