Berita Utama

Pemerintah Diminta Selesaikan Kenaikan Harga Daripada Urusi Hoax

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Effendi Simbolon/Foto: Parlementaria Terkini
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Effendi Simbolon/Foto: Parlementaria Terkini

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Effendi Simbolon, mengatakan bahwa pemerintah pada saat ini terlalu reaktif dalam menanggapi adanya berita bohong (hoax ). Padahal masih ada urusan negara yang lebih penting dan patut untuk diurusi pemerintah.

Misalnya untuk urusan ekonomi, dimana pada awal tahun 2017 ini, masyarakat dikagetkan dengan kenaikan harga secara serentak. Dari mulai harga cabai, harga Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga pajak pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

“Pemerintah kira ini belum apa-apa sudah heboh, padahal urusan negara lebih banyak. Seperti urusan ekonomi BBM naik, pengurusan STNK dan BPKB naik,” ujarnya dalam diskusi publik bertajuk ‘Medsos Hoax dan Kita’,  di Jakarta, Sabtu, (7/1/2017).

Lebih lanjut dia mengatakan, urusan hoax ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan terjadi juga di beberapa negara maju seperti Amerika dan Jerman. Hal tersebut terjadi dan akan terus berkembang seiring dengan majunya tekhnologi.

“Saya kira kira inikan baru memasuki, mengalami, dan masih baru menikmati masa enjoy, narsis dengan diri sendiri dengan perkembangan tekhnologi ini makanya terjadi seperti ini (hoax). Tapi pada waktunya nanti manusia itukan akan terbentur dan kemudian barulah mereka merefleksikan diri,” ujarnya.

Karenanya daripada pemerintah repot-repot mengurusi persoalan hoax ini, alangkah baiknya pemerintah mengatasi persoalan-persoalan yang ada di depan mata dan bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat. Misalnya dengan menurunkan harga BBM, harga cabai, dan mengembalikan harga pajak pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). (Restu)

Komentar

To Top