Connect
To Top

Pabrik Semen Rembang Dibangun, Sektor Pertanian Terancam

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Gunung Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, tidak akan bertahan jika pembangunan pabrik semen tetap dilanjutkan. Pasalnya, sumber air dari gunung tersebut akan rusak.

“Gimana (pertanian) mau bertahan kalau sumber airnya dirusak?” ungkapnya kepada Nusantaranews saat dihubungi, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Sumber air di kawasan Gunung Kendeng, menurut Daniel, merupakan sumber penghidupan yang tak hanya diperuntukan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat disana, tapi juga untuk sektor pertanian.

“Mana yang lebih penting bagi kehidupan, air atau semen? Pegunungan Kendeng ini menjadi sumber air kehidupan bagi 5 kabupaten, bukan hanya untuk kebutuhan dasar hidup manusia, tapi juga menjadi bahan baku pertanian sumber pangan nasional,” katanya.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi yang membidangi pertanian, Daniel pun mengaku tidak rela jika ruh dari kehidupan pertanian tersebut dirampas dan dirusak. “Memangnya kita ingin merampas dan menghancurkan sumber kehidupan tersebut?” ujarnya seraya bertanya.

Untuk itu, Daniel yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Partai Kebangkitan Bangsa (Wasekjen PKB) menyatakan bahwa pihaknya telah meminta Anggota Fraksi PKB khususnya yang duduk di Komisi VII yang membidangi pertambangan agar mendukung para petani Kendeng.

“Fraksi PKB melalui Komisi VII sudah menetapkan hati untuk berada di belakang membela petani Kendeng yang pro kehidupan, pabrik semen sangat penting selama tidak menghancurkan sumber air,” katanya.

Daniel pun mencontohkan perjuangan dari seorang wanita di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Mama Aleta, yang berjuang menyelamatkan Gunung Nausus Molo dari kegiatan pertambangan yang akan menghancurkan sumber air di pegunungan tersebut.

“Nanti PKB akan mengajak Mama Aleta mendampingi para petani, selain Cak Imin (Muhaimin Iskandar/Ketua Umum PKB) akan berkomunikasi dengan presiden agar keputusan yang diambil (bisa) secara hati-hati sehingga tidak merusak sumber air kehidupan,” ungkapnya.

Sedangkan terkait aksi mengecor kaki dengan menggunakan semen yang dilakukan oleh para petani di depan Istana Negara dan di beberapa daerah lainnya, Daniel menegaskan, bahwa pihaknya mendukung hal tersebut.

“Iya itu (aksi cor kaki) suatu tekad perjuangan yang kukuh. Perjuangan yah dukung dong, masa kita patahkan semangatnya,” ujarnya.

Namun kendati demikian, Daniel meminta agar semua pihak bisa menahan diri dan lebih mengedepankan musyawarah dalam mencari solusi terkait permasalahan tersebut. “Yang penting nggak rusak sumber kehidupan. Iya dialog,” katanya menambahkan. (DM)

Editor: Romandhon

Komentar