Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto Andika/Nusantaranews
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kinerja ekspor Indonesia diproyeksikan belum bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2016, ekonomi Indonesia masih ditopang dari konsumsi rumah tangga.

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir kinerja ekspor lesu akibat gejolak yang terjadi terhadap perekonomian global.

Sri Mulyani merincikan, tahun 2016 neraca ekspor masih konsisten di bawah 0 persen atau di bawah zona positif. Secara keseluruhan ekspor pada tahun lalu mengalami kontraksi sekitar 1,7 persen, akibat permintaan global yang masih melemah.

“Informasi statistik terakhir menunjukkan kuartal IV 2016 tumbuh di atas 0 persen tapi secara keseluruhan untuk 2016 mengalami kontraksi 1,7 persen. Ini menunjukkan permintaan global masih sangat lemah,” ujar Sri Mulyani dalam Mandiri Investment Forum di Fairmont Hotel, Rabu (8/2/2017).

Sri mengatakan, lesunya ekspor akan membuat laju ekonomi melambat. Oleh karena itu, ia berharap tahun ini kinerja ekspor bisa lebih baik sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut membaik.

“Kami berharap 2017 ada rasa optimisme yang lebih baik dari lingkungan global supaya 2017 pertumbuhannya bisa 0,2 persen. Ini berarti momentum pertumbuhan positif pada kuartal IV dapat terus berlanjut,” tutur dia.

Reporter: Richard Andika

Komentar