Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Rusia Siap Ekspor 30 Juta Gandum Untuk Memenuhi Kebutuhan Global

Rusia siap ekspor 30 juta gandum untuk memenuhi kebutuhan global.
Rusia siap ekspor 30 juta gandum untuk memenuhi kebutuhan global/Foto: Refinitiv.

NUSANTARANEWS.CO, Samarkand – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan membahas ekspor biji-bijian Rusia pada KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) yang digelar pada 15-16 September di Samarkand, Uzbekistan.

Pembukaan koridor Laut Hitam untuk ekspor biji-bijian Rusia sangat penting untuk memenuhi kebutuhan negara-negara yang paling rentan dan termiskin. Menurut data, sekitar 345 juta orang di seluruh dunia sudah menderita kerawanan pangan, 2,5 kali lebih banyak orang dibandingkan tahun 2019 karena kehilangan akses ke bahan makanan pokok karena diborong oleh negara-negara maju.

KTT tampaknya juga akan membahas masalah terkait pembayaran karena banyak bank takut akan terkena sanksi Barat.

Dari perspektif Turki, selain mendapat keuntungan ekonomi dengan kesepakatan ini, Erdogan dapat memanfaatkan isu kerawanan pangan global untuk meningkatkan popularitasnya dalam pemilihan presiden tahun depan.

Sejauh ini, Erdogan kerap menggunakan isu-isu kebijakan luar negeri dan retorika nasionalistik yang ditujukan terhadap Kurdi di Suriah, Armenia di Nagorno-Karabakh, isu-isu Mediterania dengan Yunani, termasuk menentang kebijakan Amerika Serikat (AS) dan NATO untuk mendapatkan dukungan suara.

Baca Juga:  Terkait Rp. 155 Triliun dari Judi Online, IPW Desak Polri Usut Keterlibatan RBT dan Yoga Susilo di Kasus Sambo

Sebelumnya, dalam Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Putin mengatakan bahwa Rusia tidak akan bekerja sama dengan negara-negara yang tidak bersahabat.

Pada hari Jumat, Putin mengatakan bahwa Rusia akan mengekspor 30 juta ton biji-bijian pada akhir tahun, dan siap untuk meningkatkan volume ini menjadi 50 juta ton pada 2023.

Panen biji-bijian Rusia yang baik tahun ini, mendorong potensi ekspor yang signifikan, dan dengan demikian diharapkan dapat mencegah krisis pangan global.

Pengiriman gadum Rusia dan Ukraina ke pasar dunia sangat penting untuk menstabilkan harga. Meski sekitar 100 kapal kargo telah meninggalkan pelabuhan Ukraina sejak Juli, kebutuhan gandum di Afrika belum mendekati volume normalnya. Afrika sangat bergantung pada pasokan biji-bijian dari Rusia dan Ukraina dan gangguan apa pun dapat menyebabkan kerusuhan sosial di benua itu.

Adanya kesepakatan Putin dan Erdogan dalam beberapa hari mendatang, diharapkan ekspor Rusia akan menutupi kelangkaan gandum global. (Agus Setiawan)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 31