Berita Utama

Membangun TNI AD Yang Kuat dan Modern Guna Menjamin Kedaulatan NKRI (Bagian 4/Habis) – Opini Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto Istimewa
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Untuk mewujudkan hal-hal ideal tersebut, maka dalam rangka membangun TNI-AD yang kuat, organisasinya modern, efesien dan efektif dalam kerangka pembangunan kekuatan pertahanan negara yang minimal atau minimum essential force, dapat dilakukan antara lain:

  1. Perlunya pemantapan konsolidasi menuju revitalisasi kekuatan TNI AD yang kuat dan modern.
  2. Perlunya memberikan perhatian kepada kompetensi personel, melalui pendidikan dan pelatihan profesi, sehingga memiliki personel yang cerdas, menguasai iptek secara lebih memadai, terbangunnya sikap militan dan disiplin yang tinggi.
  3. Pemenuhan kebutuhan persenjataan, prasarana dan sarana serta fasilitas pendukung untuk peningkatan profesionalisme prajurit.
  4. Perlunya memberikan perhatian kepada upaya peningkatan kesejahteraan prajurit dan keluarganya agar memiliki tingkat kelayakan hidup lebih baik.
  5. Perlu adanya perubahan cara berpikir yang lebih rasional di dalam mengelola organisasi TNI AD sehingga menjadi organisasi modern.
  6. Perlu adanya perubahan pola rekruitmen calon personel TNI AD antara lain mencari sumber yang punya potensi kecerdasan tinggi dan dibentuk melalui pembinaan yang berkesinambungan dan konsisten agar memiliki militansi yang tinggi, sehingga di masa depan, TNI AD memiliki personel yang unggul di bidang militer dan memiliki daya saing.
  7. Prajurit TNI AD harus paham politik pertahanan negara dan punya kemampuan berpikir dan bertindak atas nama misi negara dengan landasan jati diri yang peduli kepada kehidupan tata negara.
  8. Prajurit TNI AD harus memiliki kualitas integritas dan komitmen kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta kapabilitas yang bertumpu kepada empat pilar: Pancasila – UUD 1945 – Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Jangan pernah mengalami distorsi integritas dan kapabilitas dari berbagai arah dan jurusan.
  9. Doktrin TNI harus dinamis sejalan dengan Revolution in Military Affairs tetapi tetap berlandaskan kepada Tentara Rakyat – Tentara Pejuang – Tentara Nasional dan Tentara Profesional.
  10. Minimum Essential Force bagi TNI AD merupakan sarana menyelesaikan tugas perlu sinkron dengan kualitas dan integritas prajurit sebagai penentu penyelesaian tugas.

TNI AD dengan jiwa korsa yang dimiliki sebagai bagian dari prajurit TNI yang berjiwa patriotik, pantang menyerah dan berjuang tanpa pamrih, saya yakini dapat melaksanakan penataan konsolidasi untuk kepentingan bangsa dan negara ke depan.

Revitalisasi perlu dilakukan untuk pengelolaan organisasi TNI AD agar memiliki kemampuan yang kuat, menjadi organisasi modern, diawaki personel profesional yang memiliki otak cemerlang dan militansi tinggi. Dengan demikian, maka TNI AD dapat mencetak perwira-perwira unggul dan menjadi salah satu sumber pimpinan bangsa yang diharapkan dapat memimpin bangsa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Saya yakini hal itu bisa dilakukan dan berhasil.

Baca: Membangun TNI AD Yang Kuat dan Modern Guna Menjamin Kedaulatan NKRI (Bagian 3).

Komentar

To Top