Dukung Jokowi, Banser Minta Aparat Lakukan Perluasan Wilayah Sisir Anasir PKI/Foto: Istiemwa
Dukung Jokowi, Banser Minta Aparat Lakukan Perluasan Wilayah Sisir Anasir PKI/Foto: Istiemwa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pakar Hukum Pidana dan Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan bahwa gambar dan simbol Palu Arit yang melambangkan Komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) kini bermunculan di mana-mana. Pemunculan simbol Komunis itu nampak seperti sengaja, sistematis dan makin hari makin meluas.

Simbol itu, kata Yusril, baru-baru ini tiba-tiba muncul di Madura, dekat pondok pesantren yang besar dan berpengaruh, Pesantren Banyu Anyar dan Darut Tauhid. Di daerah-daerah lain, simbol Komunis itu sering pula dimunculkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Saya menyerukan kepada warga, simpatisan dan pendukung Partai Bulan Bintang khususnya dan umat Islam umumnya agar berhati-hati dan waspada. Munculnya simbol Komunis itu bisa benar-benar dilakukan oleh anak-cucu dan simpatisan PKI zaman dulu, bisa pula aksi pancingan agar ada keresahan dan kemudian reaksi  dari umat Islam,” kata Yusril kepada media, Sabtu (11/2/2017).

Yusril Menyampaikan, dalam sejarah politik di negeri kita, warga Bulan Bintang (keluarga Masyumi dulunya) adalah sasaran utama PKI untuk dihabisi. Pembunuhan dan pembantaian terhadap keluarga Masyumi mulai terjadi sejak Peristiwa Madiun tahun 1948. Pembunuhan terus berlanjut secara sporadis sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960, yang salah satu penyebabnya adalah sikap anti Komunis dan anti Nasakom yang dipaksakan untuk diterima di zaman itu.

“Bangsa kita kini sedang diuji dan diobok-obok dimulai dengan keresahan dan menumbuhkan rasa curiga satu sama lain. Kecurigaan ini lama kelamaan bisa memancing bentrokan. Inilah yang dinamakan konflik sosial yang mendorong terjadinya perang saudara. Kalau bangsa ini terpecah belah, dengan mudah negara ini jatuh pada kekuatan-kekuatan asing,” terangnya.

Pemerintah kita, tegas Yusril, sejalan dengan amanat Ketetapan MPRS tahun 1966 yang hingga kini masih berlaku, seharusnya bersikap tegas menindak penyebar simbol-simbol Komunisme yang meresahkan masyarakat ini. “Arahan seperti itu seharusnya datang dari Presiden dan dilaksanakan secara konsisten oleh aparat penegak hukum di seluruh tanah air. Jangan keadaan seperti ini dibiarkan berkembang dalam masyarakat kita,” ujarnya.

“Kepada segenap warga, pendukung dan simpatisan Bulan Bintang, saya menyerukan agar meningkatkan kewaspadaan. Tetaplah sabar, namun hati2lah! Ajak seluruh keluarga, teman dan handai tolan untuk menyadari ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa,” harap Yusril.

Pihaknya juga berharap masyarakat memperkuat keimanan dan ketakwaan serta keyakinan kepada ajaran-ajaran Islam dan jauhkan diri masing-masing dan orang-orang di sekitar kita dari provokasi dan memecah-belah masyarakat dengan penyebaran simbol-simbol Komunis dan PKI ini.

Pemerintah dan warga Bulan Bintang wajib pula untuk memahami dengan sungguh-sungguh makna Pancasila sebagai landasan falsafah bernegara kita. Inilah titik temu atau “kalimatin sawa’ bainana wa bainahum” yang menyatukan seluruh komponen bangsa kita.

“Komunisme tidak mendapat tempat di negara yang berlandaskan kepada Pancasila itu!” kata Yusril tegas.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar