Connect
To Top

Kunjungi Mali, Macron: Tak Ada Kompromi Dengan Kelompok Jihadis

Presiden baru Perancis, Emmanuel Macron kunjungi pasukan Perancis di Mali/EPA

NUSANTARANEWS.CO, Gao – Presiden baru Perancis, Emmanuel Macron berjanji tak akan berkompromi dalam perang melawan kelompok jihadis di Mali. Hal itu ditegaskan Macron saat mengunjungi pasukan negaranya yang tengah bertugas di Mali.

Berbicara di pangkalan militer di Gao, Mali Utara, Macron mengatakan akan meningkatkan kerjasama dengan mitra Uni Eropa Jerman dalam upaya memberantas ancaman teror ke Eropa, termasuk ancaman dari kelompok jihadis Mali.

Sekitar 1.600 tentara Perencis ditempatkan di Gao. Gao adalah basis terbesar pasukan Perancis di Mali sebagai bagian dari pasukan kotra teror yang juga beroperasi di Sahel, perbatasan Sudan. Operasi tersebut terdiri dari sekitar 4.000 tentara yang dikerahkan di lima negara yakni Mali, Mauritania, Niger, Chad dan Burkina Faso. Kesemuanya merupakan negara-negara bekas jajahan Perancis sehingga Paris berkepentingan untuk tetap menjaga pengaruhnya, termasuk dengan mengerahkan pasukan keamanan.

Macron menginginkan tindakan lebih besar oleh pemerintah Mali dalam menerapkan kesepakatan damai yang ditandatangani pada tahun 2015 silam. Kesepakatan ini diketahui berulang kali tersendat karena adanya persaingan keras dengan kelompok bersenjata yang beroperasi di utara.

“Keinginan saya adalah untuk mempercepat kesepakatan itu,” kata Macron dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip Daily Mail. Macron menggambarkan Algiers Accord sebagai prioritas utama untuk memastikan keamanan Mali.

Tujuhbelas tentara Prancis telah tewas di Mali sejak 2013 ketika Hollande melancarkan intervensi untuk mengusir jihadis yang terkait dengan Al-Qaeda yang telah merangsek ke kota-kota di bagian utara. Para jihadis sendiri masih berkeliaran di utara Mali. Sehingga tentara Perancis dan pasukan PBB masih ditempatkan di sana.

“Keinginan saya dalam kerangka keterlibatan militer kita di Afrika adalah melakukan lebih banyak lagi kerjasama dengan Eropa, lebih-lebih dengan Jerman, tapi dengan cara yang pragmatis,” kata Macron kepada wartawan.

Jerman saat ini menyumbang 550 tentara ke pasukan multi-nasional PBB di Mali, yang disebut MINUSMA, membentuk kontingen Eropa terbesar. Macron diketahui membicarkan masalah ini saat dirinya bertemu dengan Kanselir jerman Angela Merkel di Berlin dalam kunjungan pertamanya ke negara lain sejak menjadi presiden Perancis.

Dipasang di Mali sejak Juli 2013, MINUSMA memiliki lebih dari 12.000 personil militer dan polisi yang bekerja di Mali sebagai penjaga perdamaian. Zona perdamaian di Mali dinilai kawasan paling berbahaya oleh PBB. (ed/dm)

Editor: Eriec Dieda

Komentar