Connect with us

Mancanegara

Teken Kerjasama Baru, Perancis-Jerman Sepakat Bentuk Tentara Eropa

Published

on

emmanuel macron, angela merkel, perjanjian eropa, uni eropa, masa depan eropa, pasukan eropa, tentara eropa, kanselir jerman, perancis-jerman, nusantaranews, perjanjian perancis-jerman

Presiden Perancis, Emmanuel Macron (kiri) dan Kanselir Jerman, Angela Merkel (kanan) menandatangani perjanjian baru kedua negara untuk membangun Uni Eropa di abad 21, Aachen, Jerman Selasa (22/1). (Foto: AP)

NUSANTARANEWS.CO – Tandatangani kerjasama baru pada 22 Januari 2019, PerancisJerman sepakat membentuk tentara Eropa. Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselor Jerman Angela Merkel menandatangani sebuah perjanjian persahabatan baru untuk mempererat aliansi kedua negara guna menghadapi krisis di Uni Eropa. Perjanjian tersebut menyangkut soal ikatan politik, ekonomi dan pertahanan yang lebih kuat serta komitmen membangun Uni Eropa di masa depan.

Kedua pemimpin meyakini dunia telah berubah secara dramatis yang salah satunya ditandai dengan keluarnya Inggris dari kelompok Uni Eropa (Brexit).

“Kami bekerja sama untuk Eropa. Kami ingin memberikan momentum untuk persatuan Eropa,” kata Angela Merkel dalam sebuah video sebagaimana dikutip Sputnik, Senin (28/1) sembari menekankan bahwa kerjasama itu lintas batas dan kolaborasi hubungan bilateral antara Paris dan Berlin yang berkaitan dengan ekonomi dan pasar tenaga kerja.

“Kami akan melengkapi kontrak kerjasama ini dengan sejumlah daftar proyek yang akan terus diperbaharui untuk menunjukkan bagaimana Jerman dan Perancis terus bekerja sama di Eropa,” tambah Merkel.

Baca juga: Annegret Kramp-Karrenbauer Menggantikan Kanselir Jerman Angela Merkel Sebagai Pemimpin Partai Berkuasa di Jerman

Baca juga: Kanselir Jerman Angela Merkel Mendukung Prancis Menciptakan kekuatan Militer Uni Eropa

Baca juga: Kata Macron: Nasionalisme Adalah Pengkhianatan Terhadap Patriotisme

Perjanjian baru Perancis-Jerman itu juga mewajibkan pihak berwenang kedua negara untuk melakukan konsultasi rutin menyangkut arah utama kebijakan luar negeri, masalah keamanan serta kebijakan bagi generasi muda dan budaya, sebagai upaya mengabadikan rekonsiliasi pasca perang antara Perancis dan Jerman (Perang Perancis-Prusia atau Perang Perancis-Jerman atau Perang 1870 di Perancis).

Baca Juga:  Terkait Hibah Drone dan Helikopter dari Amerika Serikat

Lebih lanjut, perjanjian Franco-Germany yang baru juga memuat tentang rencana Perancis dan Jerman membentuk pasukan pertahanan Uni Eropa. “Kami berkomitmen mengembangkan kerjasama militer, industri pertahanan dan ekspor alutsista. Sebab, kami ingin berkontribusi pada pembentukan tentara Eropa,” kata Merkel.

Perjanjian Perancis-Jerman itu dikembangkan berdasarkan Perjanjian Elysee 1963 yang berkontribusi besar bagi rekonsilisasi bersejarah antar kedua negara. Baik Merkel maupun Macron berkomitmen memperperbaharui perjanjian tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di abada 21 menuju Eropa yang lebih inklusif dan terarah.

Ini adalah momen yang menentukan bagi Eropa. Orang Eropa harus segera menemukan solusi bagi masalah mereka bersama. Eropa memerlukan Jerman dan Prancis sebagai lokomotif menuju integrasi Eropa di masa depan. Bahwa pemerintahan koalisi baru di Jerman akan dapat bekerja sama dengan Prancis untuk membangun persatuan politik dan ekonomi yang lebih dekat. Membuat Uni Eropa lebih demokratis merupakan satu-satunya jalan guna mempercepat proyek kemajuan Eropa bersama.

Sejak terpilih, Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengusulkan reformasi Eropa. Kata Macron, warga Eropa perlu mendefinisikan kembali masalah kedaulatan nasional untuk menciptakan Eropa baru yang mampu memerangi terorisme dan menegakkan kedaulatan Eropa.

“Saya mengusulkan roadmap masa depan Eropa. Saya mengusulkan sebuah metode baru yang tidak akan membahas Eropa baru hanya di balik pintu tertutup. Kita perlu menetapkan tujuan baru di semua negara untuk membahas apa yang diinginkan Eropa. Kita perlu menemukan kekuatan untuk memulai kembali Eropa, orang membutuhkan Eropa, kita perlu menemukan kekuatan untuk melanjutkan Eropa,” ujar Macron dalam sebuah pidato pada September 2017 silam.

(eda/asq)

Editor: Almeiji Santoso

Loading...

Terpopuler