Ekonomi

Kanada Bergabung Dengan Bank Dunia Made In China, AIIB

Bill M
Bill Morneau/AFP Photo/Chris Wattie

NUSANTARANEWS.CO – Salah satu program ambisius China adalah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Sebuah bank yang digadang-gadang bakal menyaingi, bahkan menggantikan posisi dan peran Bank Dunia (World Bank).

AIIB merupakan lembaga keuangan dunia yang boleh dikatakan sebagai World Bank made in China guna membangun Jalur Sutera Maritim Abad 21. India, Jepang, Korea Selatan serta negara Eropa Barat seperti Jerman, Perancis, Inggris turut terlibat dalam pendirian World Bank versi Cina ini. Dan Indonesia juga turut bergabung setelah pada tahun 2013 silam AIIB dideklarasikan Presiden China Xi Jinping di Gedung DPR RI.

Nah, kini Kanada juga telah menyatakan bergabung dengan AIIB. “Kanada selalu mencari segala cara untuk mempertahankan harapan dan kesempatan bagi kelas menangah kami serta untuk orang-orang di seluruh dunia. Menjadi anggota di AIIB adalah kesempatan untuk melakukan hal itu, “ kata Menteri Keuangan Kanada, Bill Morneau di Beijing seperti dikutip AFP, Rabu (31/8/2016).

Adapun alasan Kanada bergabung dengan AIIB karena melihat kondisi Bank Dunia yang sudah jauh dari prinsip-prinsip keberlanjutan sosial, lingkungan dan ekonomi.

Presiden AIIB, Jin Liqun menyambut baik keputusan Kanada. Liqun berterimakasih atas kepercayaan Kanada terhadap eksistensi AIIB, serta berkomitmen akan menjaga kepercayaan yang telah diberikan tersebut.

Sekadar informasi, China adalah mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah Amerika Serikat. Menurut perhitungan Kanada, perdagangan antara Kanada dan China sebesar lebih dari 67 miliar dolar AS pada 2015 meningkat 10,1 persen pada tahun ini.

Selain itu, Kanada, dikatakan Morneau, berkepentingan membuka investasi AIIB di bidang energi, listrik, transportasi, infrastruktur pedesaan, perlindungan lingkungan dan logistic untuk membuka lapangan pekerjaan dan peluang bisnis bagi rakyat Kanada. “Partisipasi di AIIB jelas merupakan kepentingan terbaik Kanada,” ujarnya.

“Kami memiliki hubungan yang penting dengan negara-negara yang paling kuat di dunia dan telah mengembangkan kapasitas untuk saling akomodasi dalam pemerintahan,” tambah Morneau lagi. (eriec dieda)

Komentar

To Top