Jet Lag. (Ilustrasi: Nootropedia)
Jet Lag. (Ilustrasi: Nootropedia)

NUSANTARANEWS.CO – Penelitian baru menemukan bahwa gangguan tidur yang serupa dengan jet lag dapat menyebabkan masalah memori yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

Ini terkenal oleh para ilmuwan bahwa ada kaitan antara Alzheimer dan tidur. Jet lag di sini diartikan pola tidur yang tidak sehat dan tidak teratur.

Profesor Gregory Brewer, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan: “Masalahnya adalah apakah tidur yang buruk mempercepat perkembangan penyakit Alzheimer atau sebaliknya. Penelitian kami menunjukkan terganggunya tidur sebagai akselerator kehilangan ingatan,” katanya seperti dikutip PsyBlog.

Penelitian ini memberi jet lag pada tikus yang telah direkayasa secara genetis untuk menderita Alzheimer.

Baca juga: Studi: Social Jet Lag Berisiko Penyakit Jantung

Mereka melakukan ini dengan menggerakkan periode gelap setiap tiga hari ke waktu yang berbed, dan itulah yang menyebabkan jet lag.

Tikus jet lag memiliki tingkat antioksidan yang lebih rendah yang membantu melawan kerusakan sel, seperti yang disebabkan oleh Alzheimer.

Hal ini menunjukkan bahwa bisa jadi tidur yang buruk berkontribusi terhadap risiko penyakit Alzheimer.

Profesor Brewer berkata: “Studi ini menunjukkan bahwa klinisi dan perawat harus menambahkan kebiasaan tidur yang baik, olahraga teratur dan diet sehat untuk memaksimalkan memori yang baik,” tandasnya. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar

SHARE