Mendag Enggartiasto Lukita dalam acara Indonesia Franchinse and SME Expo (IFSE) di JCC, Jumat, (25/11/2016)/Foto Andika / NUSANTARAnews
Mendag Enggartiasto Lukita dalam acara Indonesia Franchinse and SME Expo (IFSE) di JCC, Jumat, (25/11/2016)/Foto: Andika /NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta Pemerintah Daerah untuk turut memantau dan melaporkan perkembangan harga harian serta jumlah stok barang kebutuhan pokok yang dimiliki pedagang di pasar pantauan secara intensif pada H-14 Puasa hingga H+2 Lebaran.

“Laporan perkembangan harga dan jumlah stok barang pokok diperlukan untuk mengetahui perkiraan kebutuhan stok harian barang kebutuhan pokok di pasar, ” ujar Enggar dalam rapat koordinasi di Kementerian Perdagangan, Rabu, 22 Maret 2017.

Kemendag, Ianjut dia, telah membangun sistem informasi harga dan pasokan yang terintegrasi. Hingga saat ini telah dilakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di 165 pasar rakyat yang ada di 34 ibu kota provinsi dan 48 kabupaten atau kota secara harian.

Untuk tahun 2017 titik pantauan akan ditambahkan. Tahun ini, selain titik pantauan harga tersebut, Kemendag juga melakukan pantauan ketersediaan stok atau pasokan 18 komoditas di 84 pasar rakyat, serta pasokan cabai dan bawang merah di 10 pasar induk don 6 sentra produksi.

Mendag juga meminta ditingkatkannya koordinasi antarinstansi di daerah untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok untuk menghindari keresahan masyarakat melalui kegiatan Operasi Pasar dan Pasar Murah di lokasi-lokasi permukiman masyarakat berpendapatan rendah selama Puasa dan Lebaran.

Keamanan dan kelancaran distribusi barang di daerah masing-masing pun menjadi perhatian utama Kemendag. “Pemerintah Daerah diharapkan dapat mencarikan solusi alternatif distribusi apabila terjadi hambatan atau gangguan kelancaran distribusi di tingkat regional dan nasional seperti pasar tumpah, kerusakan jalan, dan hambatan lainnya,” papar dia.

Selain itu, untuk menjaga kenyamanan pasar bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok, Enggar meminta agar tidak ada Iagi Iapak-Iapak di depan pasar. Ke depannya, kata dia, pasar harus dijalankan dengan manajemen yang modern.

“Revitalisasi pasar rakyat yang menjadi program Kemendag juga dimaksudkan untuk mendukung kelancaran logistik dan distribusi barang kebutuhan masyarakat, serta mendorong penguatan pasar dalam negeri,” ucap Enggar.

Reporter: Richard Andika

Komentar