Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi bersama Sekretaris Kabinet Kenya, Amina C. Mohamed. Foto Okezone.com | Rahman
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi bersama Sekretaris Kabinet Kenya, Amina C. Mohamed. Foto Okezone.com | Rahman

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Energi Baru Terbarukan (EBT) baik yang bersumber dari tenaga matahari, angin, air, biomassa, biogas, sampah, dan panas bumi terus digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

Seperti diketahui publik, pada bulan Januari 2017 lalu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menandatangani Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 12 Tahun 2017 tentang pemanfaatan sumber energi baru terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik.

Di samping Pemerintah mempersiapkan diri di dalam negeri, Indonesia juga membukakan pintu bagi negara-negara sahabat untuk melakukan kerja sama bilateral dalam pengembangan EBT di Indonesia.

Simak: EBT: Solusi Masa Depan Energi Nasional

Hal tersebut mendapat penegasan dari pernyataan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi usai pertemuan bilateral dengan Sekretaris Kabinet Kenya, Amina C. Mohamed, dalam acara KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) 2017.

Menurut Menlu Retno Kenya menjadi negara percontohan EBT karena 75% dari total populasi rakyat Kenya telah mengimplementasikan pemanfaatan energi baru terbarukan. “Indonesia telah menunjukkan niatnya untuk menjalin kerjasama dengan Kenya dalam sektor ini,” ungkap Retno di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Lihat: Ini Alasan Pemerintah Optimis EBT Indonesia Mampu Pikat Invertor Asing

Kenya pun ddisebutkan berencana segera membuka kedutaan besarnya di Jakarta sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral dengan Indonesia di masa depan.

Menanggapi pernyataan Menlu Retno, Sekretaris Kabinet Kenya, Amina Mohamed memberi pujian yang tinggi kepada pemerintah Indonesia yang telah membawa masa-masa gemilang kepada IORA selama 3 tahun terakhir.

Baca: IORA 2017, Bangkitnya Kekuatan Ekonomi Samudera Hindia

Dalam kesempatan itu pula, Retno menyampaikan adamua potensi untuk terbentuknya joint commission antara Indonesia dan Kenya. “Ada banyak hal yang bisa kita bangun bersama. Kami berbicara mengenai kemungkinan adanya joint commission yang mungkin terwujud di awal tahun ini,” ujarnya.

Peluang joint commission yang baru, kata Retno, akan mengulang kerjasama Indonesia dan Kenya di tahun 2008. “Joint commision antara Indonesia dan Kenya dapat melibatkan sektor swasta masing-masing negara untuk menyokong kerja sama perekonomian kedua negara,” imbuhnya. (rsk/msg)

Editor: Sulaiman

Komentar