Sampah Plastik di Laut. Foto Ilustrasi/ist
Sampah Plastik di Laut. Foto Ilustrasi/ist

NUSANTARANEWS.CO – Dewasa ini, laut dilanda berbagai masalah, mulai dari polusi, sampah plastik sampai penangkapan ikan terlalu banyak. Laut semakin tidak sehat dan manusia adalah penyebab utamanya. Termasuk perubahan iklim yang menyebabkan air menjadi lebih asam, yang membahayakan kehidupan satwa laut, terutama karang dan terumbu karang. Oleh karena itu, negara-negara yang mengandalkan pariwisata pantai kini menyadari bahwa laut yang sehat berarti ekonomi yang sehat

Dalam konteks peringatan World Oceans Day (Hari Laut Sedunia) yang diperingati setiap 8 Juni, di PBB New York, sejak 5 Juni lalu, lebih dari 4.000 pemimpin dari kalangan pemerintah, ilmiah, bisnis dan masyarakat madani bertemu di New York untuk memobilisasi aksi menghentikan pencemaran laut. Fokus isu yang dibahas kali ini adalah mengurangi sampah plastik di lautan. Sesuai dengan tema yang diusung yakni “Our Oceans, Our Future” atau Samudera Kita, Masa Depan Kita.

Indonesia hadir dalam peringatan tersebut dengan delegasi yang terdiri dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Dubes untuk Perwakilan Tetap RI di PBB Dian Triansyah Djani, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin, dan lain-lain.

Sebagai informasi kawasan laut yang paling kotor oleh sampah saat ini adalah “Pulau Sampah” di Samudera Atlantik, tepatnya di sekitar Teluk Meksiko. Sampah yang ada di sana bukan hanya berasal dari plastik, tetapi juga dari pupuk dan produk pertanian lainnya dari Amerika. Diperkirakan sampai tahun 2017, Pulau Sampah seluas ratusan kilometer persegi ini mengandung lebih dari 200 ribu potongan sampah per kilometer perseginya.

Sementara menurut laporan National Geographic Indonesia, tercatat bahwa Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang sampah terbesar di laut setelah Cina. Setiap tahunnya Indonesia mampu menyumbang sampah hingga 187,2 juta ton. Sedangkan Cina mencapai 262,9 juta ton. Negara tetangga seperti Filipina berada di posisi tiga dengan produksi sampah ke laut sebesar 83,4 ton.

Kenyataan ini tersebut perlu mendapat perhatian lebih dari kita sebagai masyarakat Indonesia mengenai betapa pentingnya pengelolaan dan daur ulang sampah. (Banyu)

Editor: Romandhon

Komentar