Cabai Rawit Merah di PIKJ/Foto Andika / Nusantaranews
Cabai Rawit Merah di PIKJ/Foto Andika / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi B DPRD Jatim Pranaya Yudha menuding  kebijakan  Disperindag Jatim dengan mendatangkan cabe asal Gorontalo adalah kebijakan yang ngawur.

Politisi asal Partai Golkar ini mengatakan seharusnya perlu ada pelatihan untuk peningkatan produksi di daerah-daerah di Jatim produksi cabe.

Seharusnya, kata politisi asal Partai Golkar ini mengatakan Disperindag Jatim harusnya membantu petani di daerah penghasil cabe di Jatim pembinaan bagaimana cara produksi dan meningkatkan kualitas cabe di Jatim.

“Harus ada penyediaan benih menyebar di semua UPT yang dimiliki Disperindag Jatim. Pemerintah jangan menyengsarakan rakyat,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (11/1/2017).

Sekedar diketahui, Jatim terpaksa mendatangkan cabe rawit asal Gorontalo untuk mengembalikan stabilitas harga.

“Kami gandeng Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk operasi pasar di Jatim,” ungkap Kadisperindag Jatim Ardi Prasetyo.

Ardi mengatakan di Jatim kondisi cabe rawit stoknya menipis dan produksinya merosot. Seluruh daerah penghasil cabe rawit, lanjut Ardi, antara lain Bojonegoro,Lamongan, Tuban, Kediri, Mojokerto, Malang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi dan Madura. (Three)

Komentar