Ketua Umum PB HMI, Muhammad Fauzi. Foto via konfrontasi
Ketua Umum PB HMI MPO, Muhammad Fauzi. Foto via konfrontasi

NUSANTARANEWS.CO – Situasi nasional Indonesia sedang berada pada situasi yang sangat memanas jelang 4 november 2016. Pernyataan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang berkaitan dengan surah al-Maidah ayat 51 telah memicu sikap umat Islam di Indonesia.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam menyerukan kepada umat Islam untuk menjadikan aksi 4 November sebagai momentum konsolidasi persatuan umat Islam dalam menjaga keutuhan NKRI dan gerakan Islah Nasional.

“Sebagai generasi muda Islam Indonesia, HMI menyadari bahwa Islam yang didakwahkan oleh baginda Rasulullah 14 abad silam merupakan agama wahyu yang diturunkan Allah SWT sebagai petunjuk jalan umat manusia. Petunjuk tersebut berupa Al-Qur’an dan Al-Hadits, merupakan pandangan dunia (Worldview) yang syumul (menyeluruh) di dalamnya terkandung nilai-nilai tentang ketuhanan, kemanusiaan, kebenaran, keikhlasan, keimanan, ketaqwaan, keadilan dan nilai-nilai luhur lainnya,” ujar Ketua Umum PB HMI MPO, Muhammad Fauzi kepada Nusantaranews, Kamis (3/11/2016).

Ia menambahkan sikap yang dengan sengaja menista nilai-nilai luhur yang telah menjadi akar ke-Indonesiaan dirusak. Kondisi ini juga telah menciderai keberagaman dan kedamaian masyarakat yang selama ini dijaga.

“Aksi 4 November ini harus menjadi momentum konsolidasi persatuan umat Islam dalam menjaga keutuhan NKRI dan gerakan Ishlah nasional,” paparnya.

Menurut Fauzi, persoalan ini lebih kearah harkat martabat agama Islam dan keindonesiaan yang tidak dapat dipisahkan. Umat Islam di Indonesia sebagai pendududk mayoritas memiliki peranan dominan dan signifikan dalam perbaikan Indonesia.

“Persoalan ini menjadi penting karena berkaitan dengan marwah agama Islam. Islam yang telah hadir di nusantara sejak abad ke-7 melalui serangkaian upaya dakwah terus menerus dan lestari, memiliki peran besar dalam membawa perbaikan-perbaikan untuk Nusantara,” pungkasnya. (Adhon/Red-01)

Komentar