Berita Utama

Gelar Pahlawan Nasional Kyai As’ad Syamsul Arifin, Ini Kata Mensos

Gelar Pahlawan Nasional Kyai As'ad Syamsul Arifin/Ilustrasi: humas Kemensos

Gelar Pahlawan Nasional Kyai As’ad Syamsul Arifin/Ilustrasi: humas Kemensos

NUSATARANEWS.CO – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pada peringatan Hari Pahlawan ke 71, Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Kyai As’ad Syamsul Arifin (alm) dari Jawa Timur. Menurut dia, gelar ini diberikan atas berbagai jasa yang telah diberikan kepada negara.

“Gelar pahlawan nasional diusulkan masyarakat kepada bupati/walikota dan gubernur melalui Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) kemudian kepada Menteri Sosial dan dilanjutkan diserahkan kepada Presiden,” terang Khofifah lewat siaran pers, Kamis (10/11)

Seperti diketahui, penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 90/TK/tahun 2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada 11 Oktober lalu.

“Permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden melalui Dewan Gelar. Sebelumnya diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, serta sarasehan,” kata Mensos.

Sejarah mencatat bahwa, Kyai As’ad Syamsul Arifin lahir pada tahun 1897 di Makkah dan meninggal 4 Agustus 1990 di Situbondo pada umur 93 tahun. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah di Desa Sukorejo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.

Selain itu, Kyai As’ad merupakan ulama besar sekaligus tokoh dari Nahdlatul Ulama dengan jabatan terakhir sebagai Dewan Penasihat (Musytasar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama hingga akhir hayatnya. Bahkan, Kyai As’ad merupakan tokoh yang ikut berperan menggerakkan rakyat dan santri, khususnya dari Jawa Timur, saat Pertempuran 10 November 1945 di Kota Surabaya.

Tidak hanya itu, Kyai As’ad juga merupakan pejuang dari kalangan NU yang pancasilais. (Sule)

Komentar

To Top